Senin, 30 Mei 2011

Dalih Kegagalan

Pernahkah anda berpikir bahwa kegagalan yang pernah terjadi pada anda merupakan ciptaan anda sendiri ?
Ketika anda gagal yang terpikir hanya "Ya sudahlah, mungkin Allah belum menghendaki" atau "Pasti ada kesempatan yang lain". Pikiran ini tidak sepenuhnya salah, karena seperti postingan sebelumnya, kita bisa lihat sesuatu lebih baik dari sudut pandang yang berbeda.

Saya akan ceritakan sebuah kenyataan yang pernah saya alami.
Masih teringat jelas, waktu itu saya pulang bimbel (bimbingan belajar) dan dijemput oleh adik saya mengendarai motor. Belum sampai sepuluh meter rintik hujan telah terasa jatuh. Saya tetap mengendarai motor itu. Ketika saya anggap hujan itu mulai deras, saya memutuskan untuk berteduh.
Belum sempat menepi, adik saya berkata "Ade kecil sendirian di rumah, Bapak, Mama keluar". Dengan sedikit emosi (kenapa ade kecil ditinggal sendirian di rumah ??) saya mengendarai motor itu dengan lebih cepat. Seketika musibah terjadi karena jalanan sangat licin dan motor berjalan dengan kecepatan tinggi. Motor saya jatuh dalam parit yang besar sampai seluruh badan motor masuk seluruhnya dan kepala saya sedikit pusing.
Ketika sadar saya bangun dan mengangkat motor itu ke atas ditemani seseorang yang sempat lewat di daerah itu.

Singkat cerita, setelah sembuh, saya tersadar, kok bisa ya waktu itu saya mengangkat motor hanya berdua ??

Sebenarnya, kita memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dari yang kita pikirkan. Terus apa yang membuat kita tidak bisa, tidak mampu ??



Ya, pikiran kita yang membatasi kemampuan kita. Dalih ini yang sebaiknya kita ubah, jangan sampai kita ciptakan kegagalan untuk sesuatu yang semestinya kita capai keberhasilan di dalamnya.
Percayalah, andalah produk terbaik yang telah tercipta.



Untukmu Kawan

Selasa, 24 Mei 2011

Kehidupan Abadi

Sebelum saya mulai, terima kasih buat seorang follower yang sempat luangkan waktunya membuka blog ini.
Saya hadirkan lagi sebuah tulisan biasa yang saya harap bermanfaat.

Kehidupan Abadi

"Mustahil hidup ini abadi". Itu ucapan yang selalu terucap saat kita bertanya tentang keabadian. Kenapa ? Itu karena memang secara nyata semua orang akan dicabut nyawanya ketika telah sampai ajalnya. Kematian ibarat sebuah kepastian dari suatu kehidupan.

Kalau begitu, mari saya bawa anda sedikit melihat dari sisi yang berlainan, bukan secara nyata, tapi secara hakikat. Kita bisa dinyatakan ada karena dua hal, dapat diraba dengan fisik atau ketika kita terbentuk dalam pikiran seseorang. Kenapa saya katakan demikian ? Domba dengan 10 kaki itu tidak ada secara rill. (Saya sudah mencoba browsing tentang itu). Tapi seandainya kita berpikir tentang domba berkaki sepuluh, kita bentuk sedemikian rupa di pikiran kita, maka kita bisa mengatakan domba berkaki sepuluh itu ada.

Inilah alasan kehidupan abadi seseorang yang sebenarnya mudah namun terkadang diabaikan.


Memberi.. Ya, memberi. Saat sebagian nikmat yang kita rasakan kita sisihkan untuk ini, mungkin tak tampak hasil dari "Keabadian" yang tadi kita bicarakan saat kita meninjau dari diri kita sendiri. Tapi hal ini tidak berlaku untuk seseorang yang telah kita beri. Hal positif ini akan membekas tanpa perlu diragukan lagi.


Menolong. Pertolongan tak bernilai saat kita coba untuk menilai. Mengapa ? Karena ini hanya bisa dinilai dari keikhlasan, dan keikhlasan itu tak berwujud. Keabadian akan kembali terasa saat tubuh kita mungkin sudah tak terlihat lagi, namun pertolongan yang kita berikan kepada seseorang mencoba berbicara tentang apa yang telah kita lakukan.

Buatlah tersenyum orang-orang di sekelilingmu. Membuat seseorang tersenyum itu hal yang paling murah untuk memberi keabadian. Mengapa saya katakan demikian ? Karena inilah yang paling mudah yang dapat kita lakukan. Tersenyumlah, maka sekelilingmu akan tersenyum. Mau bukti ? COBALAH...!!!
Dalam sebuah buku yang berjudul "Jangan Kuliah Kalau gag Sukses" ada sebuah kutipan


ketika kau membuat orang tersenyum hari ini, maka ia akan tertawa kembali 5 tahun kemudian saat ia mengingat apa yang telah kau lakukan hari ini.

Anda adalah produk terbaik yang telah dibekali hal-hal yang membawa kebaikan. Percayalah, ketika anda berusaha memperbaiki diri anda, derajat "terbaik" yang diberikan kepada semua orang akan ada lebihi.


Untukmu Kawan

Minggu, 22 Mei 2011

Senyum Itu Indah Kawan

Sempat terpikir, kebahagiaan cenderung disimbolkan dengan senyuman. Ya, memang senyum yang pantas menggambarkan rasa indah, tenteram dan kedamaian yang kita rasakan.
Apa pernah kita mencoba mencari tau apa alasan senyuman ini ada ? Ya, senyum itu ada bukan alami, kita yang membuatnya.
Pernah, suatu ketika saya bertemu seseorang yang hari itu tampak seperti merasakan sedih yang berlebihan, tidak terlalu jelas, namun itu tampak. Ku hampiri dan bertanya, sedikit basa-basi awalnya, ku coba pusatkan pembicaraan ke penyebab kesedihannya. Banyak cerita yang ku dengar. Tapi apa anda tau dari bermacam-macam masalah yang kita dapat hasil akhir selalu sama. "Wajah Tanpa Senyum".
Sebelum saya meninggalkan orang ini, saya berpesan, saya tidak bisa solusi untuk masalah anda, tapi solusi yang terbaik untuk wajah anda adalah "coba senyum !". Sesaat itu juga ia tersenyum, tampak senyuman itu terbentuk disertai keikhlasan.


lihat wajah bapak ini, apa tampak sekumpulan masalah mengelilinginya ? Apa ada beban yang terlalu berat,yang sekarang ini dipikulnya terlihat di wajahnya ? Kita punya satu jawaban yang sama. "Tidak".

Inilah kekuatan dari senyuman kecil yang tulus. Tetaplah tersnyum, karena senyum yang telah kau buat adalah hadiah indah untuk yang melihantya.

Untukmu Teman

Sabtu, 21 Mei 2011

Lidah Tegak

Kata-kata yang sempat tertumpah sebabku,
menodai serpihan hati yang polos tak melawan
kesadaran sempat hilang sesaat
luka darinya masih membekas, menikam impian

senyum harapan tetap merekah
maaf terlalu luas untuk kesalahan itu
belati yang sempat menusuk itu tlah luruh karena cinta
begitulah, cinta memang obatnya

jangan seperti itu teman
wajahmu tergambar jelas rasa bersalah
jangan.. jangan seperti itu..
maaf ini telah memeluk kesalahan itu hingga tak terlihat lagi
aku selalu percaya, kita masih bersama.


untukmu teman

Langkah Awal

Tok.. Tok.. Tok.. Assalamu'alaikum..
Pendatang baru nih.. Hari ini tiba-tiba timbul keinginan buat nulis..
sebelumnya gag pernah kebayang mau nulis.. membaca aja malas, tapi gag tau kenapa selama kuliah saya banyak belajar.. ternyata literasi itu penting..

niat awal iseng.. mudah-mudahan iseng-iseng ini bisa bermanfaat buat yang doyan baca.. apalagi yang memang kebetulan baca postingan ini..

Wassalamu'alaikum.