Kerinduan Hati sang Nenek
Sudah sepuluh tahun, kakek meninggalkan
kami di dunia fana ini, kini hati nenek hidup sendiri, walaupun begitu nenek
tetap tegar menghadapi rintangan didunia yang samentara ini.
Nenek memiliki tujah orang anak satu
orang anak perempuan dan enam orang laki-laki, tapi semua ketujuh anaknya telah
menemukan pasangan hatinya masing-masing dn telah membangun istana
masing-masing, 3 orang anaknya meratapi hidupnya diluar Sulawesi selatan, ada
yang tinggal ternate, sorong dan menado, mereka hanya dapat menjenguk nenek
dengan jangka waktu menghitung tahun, sedangkan keempat anaknya tinggal
sekampung dengannya, walau begitu, dia tetap merindukan penyatuan kebahagiaan
cinta yang terajut dengan mereka.
Akhirnya Nenek tinggal diistananya yang
ia bangun dengan perjuangan dan
pengorbanan cinta dan kasih sayang serta tenaga bersama kakek, ditemani
oleh kakak sepupuku yang bernama saharia, dia di asuh oleh nenek, sekitar umur
tiga bulan, dia putrid dari anak pertama nenek yang bernama hasna, kini kakak
sahariah telah tumbuh dewasa menjadi seorang gadis yang cantik dan juga pintar,
Alhamdulillah pasangan hatinya pun telah datang menjemputnya, hanya beberapa
tahun ia bersama pasangan hatinya serta buah hatinya tinggal bersama dengan nenek,
ia pun mendapatkan rejeki, sehingga membangun sebuah rumah, akhirnya nenek pun
tinggal sendiri di istana itu, tapi hanya sementara, selanjutnya kakak sepupuku
yang bernama nurbaya, dia putrid dari anakya bernama sata, kak nurbaya menemani
nenek tinggal di istananya dengan hitungan jari saja dalam setiap seminggu,
karena kak nurbaya pulang pergi kerumahnya untuk membantu ibunya, jadi, ketika
kak nurbaya balik keistananya, nenek pun bagaikan binatang luluh lalang
melangkahkan kakinya kerumah saudaranya, anak-anaknya serta cucu-cucunya,
memiliki diantara mareka, siapa yang akan ia langkahkan kaki indahnya ke
istananya utuk berteduh serta berbagi keceriaan bersamannya, selsnjutnya, kak
nurbaya pun meninggalkan nenek, karena pendidikannya yang udah selesai di ma
Darussalam, ia pun kembali kerumahnya untuk mengabdikan tenaga serta cinta dan
kasih kepada kedua orang tuannya serta kepada adik-aadiknya masih mungil dan
imut-imut, nenek pun kembali hidup sendiri di istananya, tapi Alhamdulillah
pula, adik sepupuku yang bernama ana,
putrid dari anaknya yang bernama adam, kini tinggal bersama, nenek merasa
sangat senang, dan bahagia atas cinta dan kasih sayang yang ia dapatkan dari cucunya sendiri, hasil dai
jeripaya anaknya.
Ketika aku keistananya, menjenguk sekalian
bersilaturahim dengannya. Sering aku melihatya duduk dikursi ruang tamunya,
matanya memandangi foto anak-anaknya yang meninggalkannya demi memenui kebuthan
hidupnya, lama-kelamaan ia pun berlinangkan air mata di bola matannya yang
penuh dengan cinta dan kasih sayang.
Dalam benakku berkata, aku mengerti nek,
perassaan nenek sekarang, pasti nenek merindukan senyumanya . tawanta,
candanya, tutur katanya, terutama panggilan ibu yang tulus dan ikhlas terucap
dibibir mareka
yang penuh dengan sejuta cinta.
Assalamu alaikum nek sapaanku
kepadanya, waalaikumussalam, cucuku jawabnya dengan wajah yang terpancar sejuta
cahaya kasih. Silahkan masuk cucuku pintahnya dengan tutur kata yang lembut
kepadaku, akupun masuk kedalam istananya, nenek
melayaniku dengan cinta dan kasih sayang yang terpancar diwajahnya yang
telah keriput, termakan oleh waktu.

0 komen choii:
Posting Komentar