Senin, 15 Oktober 2012

Kerinduan Hati sang Nenek

Kerinduan Hati sang Nenek


Sudah sepuluh tahun, kakek meninggalkan kami di dunia fana ini, kini hati nenek hidup sendiri, walaupun begitu nenek tetap tegar menghadapi rintangan didunia yang samentara ini.
Nenek memiliki tujah orang anak satu orang anak perempuan dan enam orang laki-laki, tapi semua ketujuh anaknya telah menemukan pasangan hatinya masing-masing dn telah membangun istana masing-masing, 3 orang anaknya meratapi hidupnya diluar Sulawesi selatan, ada yang tinggal ternate, sorong dan menado, mereka hanya dapat menjenguk nenek dengan jangka waktu menghitung tahun, sedangkan keempat anaknya tinggal sekampung dengannya, walau begitu, dia tetap merindukan penyatuan kebahagiaan cinta yang terajut dengan mereka.
Akhirnya Nenek tinggal diistananya yang ia bangun dengan perjuangan dan  pengorbanan cinta dan kasih sayang serta tenaga bersama kakek, ditemani oleh kakak sepupuku yang bernama saharia, dia di asuh oleh nenek, sekitar umur tiga bulan, dia putrid dari anak pertama nenek yang bernama hasna, kini kakak sahariah telah tumbuh dewasa menjadi seorang gadis yang cantik dan juga pintar, Alhamdulillah pasangan hatinya pun telah datang menjemputnya, hanya beberapa tahun ia bersama pasangan hatinya serta buah hatinya tinggal bersama dengan nenek, ia pun mendapatkan rejeki, sehingga membangun sebuah rumah, akhirnya nenek pun tinggal sendiri di istana itu, tapi hanya sementara, selanjutnya kakak sepupuku yang bernama nurbaya, dia putrid dari anakya bernama sata, kak nurbaya menemani nenek tinggal di istananya dengan hitungan jari saja dalam setiap seminggu, karena kak nurbaya pulang pergi kerumahnya untuk membantu ibunya, jadi, ketika kak nurbaya balik keistananya, nenek pun bagaikan binatang luluh lalang melangkahkan kakinya kerumah saudaranya, anak-anaknya serta cucu-cucunya, memiliki diantara mareka, siapa yang akan ia langkahkan kaki indahnya ke istananya utuk berteduh serta berbagi keceriaan bersamannya, selsnjutnya, kak nurbaya pun meninggalkan nenek, karena pendidikannya yang udah selesai di ma Darussalam, ia pun kembali kerumahnya untuk mengabdikan tenaga serta cinta dan kasih kepada kedua orang tuannya serta kepada adik-aadiknya masih mungil dan imut-imut, nenek pun kembali hidup sendiri di istananya, tapi Alhamdulillah pula, adik  sepupuku yang bernama ana, putrid dari anaknya yang bernama adam, kini tinggal bersama, nenek merasa sangat senang, dan bahagia atas cinta dan kasih sayang yang ia  dapatkan dari cucunya sendiri, hasil dai jeripaya anaknya.
Ketika aku keistananya, menjenguk sekalian bersilaturahim dengannya. Sering aku melihatya duduk dikursi ruang tamunya, matanya memandangi foto anak-anaknya yang meninggalkannya demi memenui kebuthan hidupnya, lama-kelamaan ia pun berlinangkan air mata di bola matannya yang penuh dengan cinta dan kasih sayang.
Dalam benakku berkata, aku mengerti nek, perassaan nenek sekarang, pasti nenek merindukan senyumanya . tawanta, candanya, tutur katanya, terutama panggilan ibu yang tulus dan ikhlas terucap dibibir mareka
 yang penuh dengan sejuta cinta.
            Assalamu alaikum nek sapaanku kepadanya, waalaikumussalam, cucuku jawabnya dengan wajah yang terpancar sejuta cahaya kasih. Silahkan masuk cucuku pintahnya dengan tutur kata yang lembut kepadaku, akupun masuk kedalam istananya, nenek  melayaniku dengan cinta dan kasih sayang yang terpancar diwajahnya yang telah keriput, termakan oleh waktu.


0 komen choii:

Posting Komentar