Jumat, 30 November 2012

Pertemuan ini anda yang memilih

Pertemuan ini Anda yang Memilih 

Percayalah bahwa dalam hidup ini kita tidak sendiri, kita membutuhkan orang lain untuk tetap hidup. Saya berani mengatakan demikian karena saya berkeyakinan saat manusia terlahir di dunia, saat itu juga sebenarnya telah tertulis beberapa orang yang akan bersama menjalani kehidupan dengan manusia tersebut.

Ada yang bilang, hidup ini seperti sandiwara, kitalah aktor dan aktris yang mengisi sandiwara ini. Dalam film ini, telah ditetapkan orang-orang yang akan bertemu, berjalan, bercakap, bergurau dan interaksi lain yang mengharuskan kita berhubungan dengan orang-orang ini.

Semua berawal dari bertemu.

Yakinlah setiap orang yang pernah kita temui walaupun hanya sekilas, telah ditetapkan beberapa waktu yang harus dihabiskan untuk bertemu dengan kita dan menjalani hidup dengan kita. Hal ini tetap berlaku walaupun itu hanya sekali kedipan mata saja.


Rabu, 28 November 2012

Ulat Menjadi Kupu-Kupu

ULAT MENJADI KUPU-KUPU

            Angin berhembus dengan lembut selembut sutra yang terurai di tubuh sang Punjabi di saat fajar telah menyapa dengan  cahaya gemerlapnya yang mempesona dan menyejukkan hati . dring….ring…ring, suara bunyi alarm handphone terdengar keras ditelinga sang ibu, aliah-aliah bunyi alarmnya begitu keras tapi dia masih tertidur lelap kata ibunya sambil berjalan menuju kekamar aliah, kemudian iapun membangunkan aliah, nak bangun… bangun… bangun….ada apa mami kenapa aliah dibangunkan tanya aliah dengan gaya ngantuk, kenapa? Ibu yang seharusnya bertanya denganmu kenapa kamu mengaktifkan alarmmu begitu keras dan sepagi ini Tanya ibu ayu dengan keheranan, astaga saya lupa mami hari ini aku janjian dengan ikhsan untuk olahraga pagi di kebun  the, kalau begitu aliah pergi dulu ya bu, eh-eh atur dulu gayamu, dan gantilah pakaianmu itu kata ibunya. Aliahpun mengganti pakaiannya dan membersihkan tubuhnya kemudian menuju kerumah ikhsan
            Burung-burung terbang sambil berkicau-kicau seakan-akan ia bernyanyi untuk ikhsan dan aliah yang sedang lari-lari pagi dikebun the, ikhsan maafya saya telat datang tak sesuai dengan perjanjian kita, tidak apa-apa yang terpentingkan kamu datang, a…… teriak aliah, kenapa liah, ih ada tikus mati ni ikhsan, ih ikshan, kamu tidak jijik ya, kalau saya jijik berarti  saya cowok yang lemah aliah, dasar cowok so’ jagoan, dasar cewek manja, tunggn dulu ya aliah saya kubur dulu diarea kebun diseblah timur sana, ya ikhsan. Aliah pun memandangi langit yang biru serta menikmati tamparan hembusan angin, aha…ha …ha, kamu tu yaa ikhsan udah so’jagoan so’ jail lagi, begitu saja marah, emangnya semua cewek itu sensitive yaa, ih dasar cowok nyebelin, walau nyebelin kamu tetap lengket denganku, ih dasar so’geer lagi, aliah matahari udah terbit setinggi jengkal, kalau begitu kita berpisah disini saja ya aliah karena, saya ingin mencari kayu bakar di hutan serta mengambil air disungai, tidak apa-apa ikhsan terimah kasih udah mau temanin aku olahraga pagi dan setia menugguku karena gue telat bangun, iya sama-sama aliah, kalau begitu saya permisi dulu, assalam, iya jawab aliah sambil tersenyum kepada ikhsan.
           

Sabtu, 24 November 2012

Bingkai Seni dalam Dunia Alay


BINGKAI SENI DALAM DUNIA ALAY
            Hari ini adalah hari yang terindah dan terkesan untukku, karena hari ini saya ke bengo-bengo hutan pendidikan maros untuk mengikuti kegiatan outbond, mengapa tidak? hidupku tak pernah seperti hidup orang lain, yang mampu merasakan kenikmatan sejuknya kehidupan alam ketika mereka memilki luang untuk merasakannya, sedangkan aku, tak pernah merasakan apa yang dirasakan mereka karena keterbatasan perekonomian serta usia kelanjutan orang tuaku. Dalam perjalananku mata indah ini tak pernah terpejam, terus terbuka memandangi pemandangan yang menyejukkan hati dan fikiran, bagaimana tidak? Ribuan pepohonan sambil melambaikan tangannya dan mengipaskan kehembusannya ketubuhku serta bukit-bukit berdiri tegak seakan-akan dia adalah pengawalku yang melindungiku dari ancaman.
            Akhirnya  sampai juga ditujuan, saya dan teman-teman yang lainnya menuju ketempat yang telah ditentukan, seluruh tubuh kami lelah, kamipun beristirahat sambil duduk disebuah kursi  sambil memandangi pemandangan alam di hutan pendidikan ini. Waktu terus berjalan hingga kegiatan itupun dimulai, yaa benar, outbond kata benakku, canda, senyuman, tawa, teriakan, ketakutan yang kami rasakan, permainannya begitu asyik dan mengikat kami dalam satu ikatan yakni ikatan kesolidaritasan. Mengapa? Karena setiap permainanya kami dibagi kelompok, dari sinilah kami menghadapi tantangan, oleh sebab itu, untuk mendapatkan keberhasilan, kami harus bekerja sama dan tidak mementingkan diri sendiri, permainanyang paling saya sukai adalah permainan bouldoser, permainan yang membutuhkan  tenaga yang begitu kuat, fikiran serta kerjasama tim yang sangat kuat, karena dalam permainan ini, semua anggota kelompok masing-masing menjadi pemimpin, karena jika hanya saling mempercayakan dalam satu orang saja, maka, tujuan yang  diinginkan tak dapat terwujud. Akhirnya permainan inipun berakhir, kami dikumpulkan ditengah lapangan yang dikelilingi oleh pepohonan-pepohonan serta ditemani oleh hembusan angin yang menyejukkan tubuh yang lelah dan lemah ini tapi dengan wajah yang ceria dan bercahaya. Panitianya berkata kepada kami “ sebentar malam setiap kelompok akan menampilkan pertunjukkan pentas seni tepatnya jam 8 malam” mendengar itu semua teman-teman kelompok terutama tim saya, kaget, tapi menyenangkan, wah akhirnmya  saya dan teman-teman tim saya membicarakan tentan tema yang akan kami akan tampilkan nanti malam, tapi karena kelelahan dan sudah capet sehinngga tim saya tidak dapat memunculkan ide yang bagus, akhirnya kamipun ketempat peristirahatan yang telah disediakan oleh panitia pelaksana.
           

Kamis, 08 November 2012

Arti Sahabat

Arti Sahabat

Dalam menjalani kehidupan suka duka dunia fana ini, tak mungkin kita menghadapimya dengan sendiri tanpa bantuan dari hamba yang lain, sekuat apapun keimanan didalam hati ini serta tenaga yang ia karunia kan kepada kita, tak mampu menghadapi gejolak rintangan dalam kehidupan ini, oleh sebab itu allah menciptakan manusia dengan keberagaman sikap dan sifat yang tertanam didalam tubuh dan mengalir dialiran darah kata khadijah dalam benaknya sambil melihat anak-anak  kecil yang sedang asyik bermain dijalanan.
pagi telah datang kembali menyapa alam ini, berkat rahmat serta bukti kasih sayang yang ia berikan terhadap ciptaanya, hari ini adalah hari ahad, dimana khadijah dan sahabat-sahabatnya telah bersepakat ke panti asuhan as-syifa yang terletak di desa khumairah, panti asuhan ini merupakan tempat yang khusus dijadikan oleh keluarga khadijah sebagai penampungan amal, kedua orang tua khadijah sudah sangat akrab dengan pengelolah panti asuhan ini, begitu pun dengan anak-anak panti yang diasuhnya, begitupun dengan khadijah akhirnya dia berinisiatif untuk mengajak teman-temanya kesana, ketika khadijah memberitahukannya ternyata keluarga reski, juga sering ke panti asuhan as-syifa setiap waktu libur, tapi kali ini, keluarga reski tak bisa kesana, karena ada sesuatu yang mereka urus, akhirnya reski berkata kepada khadujah saya sangat setuju, sahabat-sahabat khadijah yang lainnya pun setuju. Khadijah sangat gembira dengan jawaban sahabat-sahabatnya, dia pun menuju kekamar orang tuanya untuk memberitahukan kabar ini, kedua orang tuannya mengisinkannya, malah kedua orang tua khadijah meminta maaf kepadanya, karena tidak bisa ikut serta bersama sahabat-sahabatnya, karena adiknya aisyah sedang sakit dan sedang dirawat inap dirumah sakit, tapi sebaliknya pula, khadijah yang meinta maaf kepada kedua orang tuannya, karena hari ini dia tidak bisa menjaga dan merawat adiknya swperti hari-hari kemarin.

Indahnya Kegalauan

INDAHNYA KEGALAUAN

                Sore hari yang tak bersahabat, Langit mendung serta tiupan angin yang semberono,seperti inilah yang sedang kurasakan, kata pantun makan kedondong dipinggir danau, sore ini saya sedang galau, wajahku yang ceria menjadi murung , fikiranku tak tak tahu arah kemana, seperti ayu ting-ting yang sedang mencari  alamat, tapi alamat yang ia tuju palsu.
                Lankahan kaki ini tak tahu ingin melngkahkanya kearah mana, kududuk di sebuah tempat yang menurutku tempat ini jarang ini dilewati oleh para mahasiswa dan mahasiswi pada waktu sore hari, eh mala, tiap kali ku termenung dan mengekspresikan tubuhku seindah dan semempesona menurutku,eh tiba-tiba mahasiswa dan mahasiswiterus melewati area itu dan kumerasa dalam benakku mereka memperhatikanku, serta bahkan membuatku kesal saja, tapi Alhamdulillah, aku masih bisa menahan kejengkelanku ini, ketika sekelompok datang dan lewat diarea itu, dengan tingkah laku yang alay serta membaggakan suaranya saja, bagaimana tidak? Mereka tertawa terbahak-bahak seakan-akan dunia ini adalah milik mereka.hati ini berkata diantara mereka pasti ada yang dari kampung dan mungkin saja pula mereka dari kampung, tapi gaya mereka dia ubah dengan gaya kot, dasar gaya sop kotaan saja. Astaqfirullah al-adzim ya allah maafkan hamba ya allah telah mendzalimi mereka karena fikiranku yang tak sehat sore ini. Eh tiba-tiba pula mahasiswa dan mahasiswi s2 dari fakultas sasra keluar dari ruangannya yang berada dibelakangku, eh ternyata diruangan itu masih ada penghuninnya, mereka keluar dengan ekspresi yang berbeda ada yang tertawa terbahak-bahak, membagikan senyuman manisnya dan bercerita dan bergurau dengan temannya mengenai jawaban yang mereka jawab dikertas ujian mereka, ah nyebelin-nyebeli, namun kutetap menahannya, aku yang salah lagi galau kok duduk ditempat umum  kata benakku.
           

Kamis, 01 November 2012

Pantun

Pantun

Kalau ada sumur  di ladang
Bolehlah kita menumpang mandi
Karena salamnya kurang kencang
Saya te ulangi lagi

Jalan-jalan ke paccelang
Jangan lupa ke jembatan cinta
Jangan ngaku lho ganteng
Kalau tak perkasa

Jala-jalan ke kota Balikpapan
Jangan lupa membeli papan
Biar mati di tindis papan
Asal dapat cewek delapan

Janganlah termenung di danau
Nanti terhipnotis bau bengis
Kalau kalian galau
Mending kita menulis

Jalan-jalan ke paccelang
Jangan lupa bawa buncis
Jangan ngaku lho ganteng
Tapa tak dapat menulis

Bulan bintang berkedik
Wajahku berseri-seri
Walaupun tulisanku jelek
Tapi semangatku tetap membara di hati

Jalan-jalan ke pameran
Pada saat sinar rembulan
Kak baji dan kak rahman
Tolong beliin adi terang bulan

Makan mie campur ubi
Oke mi

Daun baying daun kedondodng
Kalau di masak rasanya kecup
Walaupun cintamu kamu pendang
Namun cinta kita tak akan kecup

Kain sutra kain wol
Dua-duanya kain halus
Walaupun kamu besar saya kecil
Tapi kita sama-sama manis

Saya ke pangkep kamu ke pinrang
dua-duanya satu profinsi
Bolehka saya minta tolong
Laptopku kembalikanki

Satu tunas satu benih pisang
Kalau gitu kirimkankan dong

Jalan-jalan ke sengkang
Jangan lupa beli rambutan
Jika ikbal pulang kampong
Wulan pasti kesepian

Satu tunas satu benih pisang
Kalau gitu temanin dong

Sanggara lame sanggara unti
Satu tunas satu benih pisang
Besok saya lari-lari
Kalau gitu temanin dong

Pohon tomat pohon Lombok
Tumbuh subur di pinggir jalan
Si sabar dan si eppi
Lagi belajar cinta-cintaan

Lebah mencari madu
Bunga matahari memiliki madu
Musik teman hidupku
Gitar adalah jantung hatiku

Jalan-jalan ke pameran
Jangan lupa beli balon
Kalau kalian bosan \
Marilah kita main balon-balonan
Janganlah termenung di danau
Nanti terhipnotis bau bengis
Kalau ada kesempatanmu
Nanti sore kita ke danau unhas

Matahari bersembunyi di balik bukit
Bulan bintang berkeditan
Kalau aku sakit
Wualan dan ida berebutan

Jilbab merah jilbab putih
Si wulan wajah kemerah-merahan the

Pohon tomat pohon lombok
Tumbuh subur di pinggir jalan
Si pangeran jutek
Bersemayan di hati wulan

Malam-malam minun kopi
Kalau begitu saya permisi

Pagi-pagi minum energen susu
Si wulan tambah manis tu..

Sayur paria sayur  jumpai
Walaupun pahit kaga apa-apa

Dia makan sate minum es jeruk
Menghilankan panas dalam ditubuhnya
Kalau kak rahman minum es jeruk
Kak baji merasakan kesegarannya

Jalan-jalan ke bali
Jangan lupa membeli jalak bali
Kalau lagi sendiri
Mari kita menari-nari

Ikbal beli sepatu
Ikbal sedang mencari sesuatu

Beli bunga kembang sepatu
Ngapain kamu bertanya begitu
Bunga mawar bunga anggrek
Tapi kamu lebih cantk

Angin brubu angin putting beliung
Berlayar mengelilingi dunia
Walaupun kamu culung
Saya tetap cinta

Panada jalan kote
Enaknya dengan sambal pedas
Gayamu oke
Walaupun wajahmu tidak manis

Janganlah menyentuh bunga putrid malu
Nanti tertusuk dengan durinya
Kalau kamu malu
Bagaimana kalian mendapatkan cintanya

Ke tkoh emas
Beli perhiasan
Kang mas
Ingin melamar dian

Pagi-pagi makan putu
Sambil minum kopi susu
Kakiku menginjak paku a
Seluruh tubuhmu merasakan sakitnya

Pak mamat makan ikan
Selamat merasakan

Makan nasi dengan ikan lele
Uang ta dulu e

Ke pangkep makan coto
Biasamo bro

Daun serei dari gowa
Terimah kasih ya

Naik pete-pete ke karebosi
Beli ikat pinggang
Sekedar informasi
Saya teh masih lajang

Dari segeri ke mandalle
Ca…pe…de…

Makan timun dengan terasi
Kamu pendek sekali

Ada kodok di atas seng
Ma’ngo’I seng

Baju bodoh dengan blangkong
Ma’co’ do’ I seng

Duduk di fakultas ekonomi
Sambil facebookann
Kalau begitu saya permisi
Ke komunitas pantun

Pensil den gan pulpen
 keduanya teh alat tulis
Idha dan wulan
Kedua-duanya the sama-sama manis



















PANTUN TENTANG PENDIDIKAN




Keindahan Malam


KEINDAHAN MALAM
Ketika matahari
Telah meredupkan cahayanya
Malampun datang menyelimuti dunia ini
Dengan selimut kegelapan

Bintang-bintangpun
Mengedip-ngedipkan matanya dengan kilauan cahayanya
Seraya menyamar sebagai sang pujangga
Menggoda para gadis-gadis
Yang telah merindukan pasangan hatinya

Bulanpun
Datang ditengah-tengah mereka
Dengan sinarnya yang begiyu lembut dipandang
 Bumipun berbahagia dengan mereyah-reyahkan
Cinta dan kasih sayang kepada para penghuninnya

Sungguh, maha besar engkau ya allah
Atas segala kebesaran cinta dan kasih sayang
Engkau limpahkan kepada kami
Makhlumu yang penuh dengan noda kemunafikan serta kekafiran.








PUISI TENTANG CINTA

Cinta adalah dorongan pergerakan
Mendorongku lebih semangat hidup
Mendorongku menjadi lebih baik
Mendorongku tuk melangkahkan kakiku ke depan

Cinta adalah penyejuk hati
Penyejuk fikiran
Penyejuk tubuhku
Yang kepanasan digejolakkan oleh api

Cinta adalah penerang
Penerangku dalam bertindak
Penerangku dalam berakhlak
Penerangku dalam kegelapan dalam perjalanan

Cinta adalah kekuatan
Cinta adalah perubahan
Cinta adalah larutan hati
Cinta adalah kemasan di dalam hati

Cinta adalah sebuah benih
Ketika kurasakan cinta
Kulangkahkan jiwaku ini
Mencari sebuah media untuknya

Ketika benih ini telah tumbuh
Benih itu merekahkan akarnya dihatiku
Bunganya merajalelahkan keharumanya
Di aliran darahku

Daun-daunya menjadi obat tradisional
Untuk hatiku yang lembut
Bagaikan kain sutra

Cinta tak mampu aku cabut dari hatiku
Cinta tak mampu aku hilangkan bagaikan barang
Cinta tak mampu aku jauhi
Karena cinta adalah warna-warni
Dalam menjalani kehidupan dunia fana ini

ITULAH CINTA MENURUTKU
BY : IKBAL


PUISI TENTANG IBU
Kutatap wajahmu dari dekat
Ku lihat engkau kenakan baju berwarna putih
Tak sekata pun engkau ucapkan kepadaku
Entah apa yang terjadi denganmu

Kubayangkan sewaktuku kecil
Engkau merawat dan menjagaku
Dengan kasih sayang
Yang tak terhingga

Canda, senyum dan tawamu
Tak pernah reduh di wajahmu
Walaupun engkau telah lemas
Tapi, kamu tak pernah meninggalkanku

Tetapi kini…
Engkau meninggalkanku
Tanpa senyuman kepadaku
Kamu jahat, aku benci kamu ibi 2*

Jiwa dan ragaku ini
Tak berdaya tanpamu
Engkau tinggalkan aku
Sendirian di permukaan bumi ini

Ibu… 3*
Bangunlah bu…, bangun bu…
Apakh engkau tega menyisakku
Tolonglah bu bangunlah, untuk terakhir kalinya

Bukalah matamu bu…
Lihat air mataku membasahi wajahku
Di saat aku sedih hinggaku meneteskan air mata
Engkau menyapuya dengan tangan kasihmu

Ibu……………………
Ya allah…..3*
Bangunkalah ibuku
Tuk terakhir kalinya

Engkau jahat ya allah
Engkau telah mengambil ibuku dariku
Kenapa ya allah
Apakah karena aku tak mampu

Menjadi seorang anak yang baik untuknya
Tak mampu menjaganya
Tak mampu merawatnya
Tapi mengapa kamu tak memberiku kesempatan

Improve
Ikbal kamu harus bangkit
Dari kelemahanmu ini
Kamu masih memilki kesempatan untuk membahagiakan ibu…
Dengan cara engkau harus berbuat baik di dunia ini hingga engkau diambilnya

Siapa kamu ??
Aku ibumu nak, ibu kini bahagia di alamku
Janganlah bersedih
Ibu akan selalu ada bersamamu…

Ibu…, baiklah bu
hidupku aku pergunakan dengan baik
Aku akan berubah
Demi allah, engkau dan sanak saudaraku




ITULAH ISI HATIKU KETIKA IBU TAK ADA DISISIKU
BY : IKBAL ANAKMU YANG TERCINTA



PUISI TENTANG PRESIDEN

Presiden kami…
Engkau adalah seorang pemimpin yang terbaik untuk kami
Kamu tak hanya mengorbankan waktumu kepada keluargamu
Tapi kamu juga mengorbankan tenaga dan fikiranmu untuk kami.. rakyatmu

Tiap hari engkau ke pemerintahan
Engkau selalu berfikir dan berfikir
Bagaimana nasib rakyat-rakyatmu
Apakah mereka mampu…

Mampu memiliki rumah yang layak untuk mereka tinggali
Mampu memenuhi kebutuhan sehari-harinya
Dan…
Apakah mereka mampu menyekolahkan anak-anaknya

Sehingga waktu di dunia ini
Tak akan terasa lenyap dalam kehidupan ini
Kerja kerasmu
Tak akan sia-sia buat kami
Kami akan berjanji dihadapanmu
Bahwa kami akan mewujudkan impian kita bersama
Membangun Negara Indonesia sesuai dengan impian kita bersama

Menjadi Negara yang Berjaya dan sejahtera
Presiden ku…
Tunggulah kami
Mengibarkan bendera kesejahteraan di Negara kita.












PUISI TENTANG DOSEN

Dosenku…
Engkau pembimbing tanpa jasa buat kami
Engkau mengajar kami
Penuh dengan keihlasan dan kesabaran

Hari-harimu
Engkau lalui
Dengan basahan keringat di tubuhmu
Hanya untuk mengajari kami

Engkau tak hanya mengorbankan
Waktumu
Dengan keluarga
Tetapi juga terhadap kami

Walaupun hari-harimu
Penuh dengan permasalahan
Tetapi engkau selalu menutupnya
Di balik senyummu yang engkau tebarkan kepada kami
Terimah kasih
Dosenku…
Semoga allah membalas
Dengan keridhaan-Nya




PUISI TENTANG GURU

Guru…
Engkau adalah pahlawan tanpa jasa
Engkau membimbing kami
Dengan kesabaran serta keikhlasan

Tiap hari
Engkau ke sekolah
Dan membagi waktumu buat keluargamu
Dan buat kami

Walaupun beban yang engkau rasakan
Sangatlah berat bagimu
Tapi engkau tak pernah putus asa
Untuk membimbing kami dengan baik

Guru…
Dengan jasa-jasamu
Yang engkau berikan kepada kami
Sehingga kami berdiri disini atas
Didikanmu kepada kami

Guru…
Hanyalah…
Ribuan do’a dan terimah kasih
Yang mampu kuberikan kepadamu wahai guruku yang tercinta



PUISI UNTUK KEDUA ORANG TUA

Ibu…
Terimah kasih atas jasa-jasamu bu…
Engkau merawat dan menjaga kami
Selama Sembilan bulan di dalam rahinmu

Engkau korbankan waktumu
Hanyalah untuk kami
Engkau mendidik kami
Sejak dini hingga sekarang

Walaupun kami selalu menyakiti hatimu
Dengan kata-kata kasar
Namun kamu tak pernah membenci kami
Tetapi engkau malah semakin menyanuangi kami

Engkau menyekolahkan kami
Walaupun tersa berat , engkau tak pernah memikirkan masalah itu
Tetapi yang hanya kamu fikirkan untuk kami
Hanyalah masa depan kami kelak
Terimah kasih bu…
Tanpamu kami tak akan berdaya
Semoga allah
Selalu memberikanmu yang terbaik

Ayah…
Terimah kasih ayah atas jasa-jasa mu
Tiap hari…
Kamu membanting tulang hanyalah untuk kami

Kamu tak pernah mengenal kata menyerah
Tapi engkau hanya tanamkan difikiranmu
Bahwa istri dan anak-anakmu
Lebih berharga dari apapun

Tubuhmu yang semakin kurus
Kulitmu yang semaki hitam
Engkau tak memperdulikannya
Demi kami berdua

Ku hanya bisa haturkan kata kepadamu
Terimah kasih ayah
Pengorbananmu tak dapat kami balas
Namun kami hanya dapat menjadi anak yang terbaikuntuk ayah

Ibu…
Ayah…
Kami berjanji akan sekolah dengan baik
Dan memberikan yang terbaik untuk kalian.



BY : IKBAL
ANAKMU YANG TERCINTA


Hari yang Indah

HARI YANG TERINDAH  BUAT KAKAK HADA

Matahari  telah pergi menuju kebalik bukit dengan senyuman yang penuh dengan keceriaan, burung-burung berkicau berterbangan kembali kesarangnya, adzan maghribpun berkumandang yang menandakan panggilan cinta dan kasihnya terhadap manusia. Langit yang diselimuti oleh awan yang gelap membuat tak  terpesona dan terasa hambar dipandang mata, sayapun melangkahkan kakiku ke mesjid untuk shalat maghrib berjamaah, langkahan kakiku yang perlahan-lahan tak terasa saya tiba dimesjid, ku menuju ke tempat wudhu, dengan tulus dan ikhlas kuawali ucapanku dengan membaca basmalah, kuberwudhu dengan khusuk untuk mendapatkan keridhaan allah dalam mengerjakan kewajibanku ini selaku hambanya, hamba yang berlumuran dosa, akhirnya sayapun selesai dan membaca do’a sesudah berwudhu.
Ketika kuberjalan menuju kemesjid, tiba-tiba mata ini melihat sosok dua perempuan yang mirip dengan kedua kakak angkatku yang sedang turun dari motornya, wajah ini nampak berseri melihat kedua kakakku, kupanggil mereka sambil menebarkan senyuman manisku, iapun membalas panggilan dengan senyuman manis pula, kuhampiri mereka dan kusapamereka dengan menebut nama mereka dengn nda lantunan yang indah dan merdu kak hada dan kak sita udah lama kita tidak ketemu, tapi, mereka tidak menjawab pertayaanku, eh, ternyata kak hada sedang asyik memandangi hadiahnya, dia berkata hari ini ahari burungku saya tidak mengerti dan tidak tau makna harti burung tersebut, akhirnya kak sita yang memberitahukanku bahwa ini adalah hari ualang tahunnya, kuucapkan slamat kepda kak hada, thanks ya dek jawabnya kepadaku dengan senyuman yang begitu manis dan mendalam bagiku. Kak hada dengan kak sita duduk ditangga teras mesjid dan menatapku dengan wajah yang berseri, kemudian kak hada berkata dek minta tolong kakak sangat haus, tolong dek ikbal ambilkan kami air dua gelas disekret pintanya kepadaku dengan ramah, iya kak tunggu jawabku kepadanya, kuberlari disamping mesjid menuju secret, kuketup pintusekret sambil kuucapkan salam namun tak ada yang menjawab salamku, kumengintip disela-sela pintu, ternyata diruangan itu tak ada orang, akhirnya kukedepan, saya sangat kaget ketika saya sampai tiba-tiba ku melihat kak musa yang sedang berdiri ditiang mesjid, kuhembuskan nafasku dengan pelan-pelan, kemudian kuberkata kepada kak musa, ka, kak hada dan kak sita ingin minum kak, dia memintaku untuk mengambilkannya di secret kak, iya pun menjawab, sebentar saja dek, sudah shalat saja, kemudian kakak ambilkan, baiklah kak jawabku kepadannya dengan rendah hati, akhirnya kumenuju ke kak hada dan kak sita yang sedang menanti kedatanganku untuk membawakannya air minum, kak hada dan kak sita kata kak musa sudah shalat saja, kemudian saya mengambilkan kakak air. Iya tidak apa-apa dek. Saya pun melangkahkan kaki ini masuk ke mesjid sambil menanti iqamah dikumandangkan, akhirnya iqamahpun dikumandangkan, saya dan para jamaah lainnya mengatur dzat-dzat kami dan mendirikan shalat maghrib.
Suara-suara merdu terhampar diruangan mesjid, menggetarkan hati dan menyejukkan fikiran, yang terlanturkan pada bibir manis dari para saudara-saudar kita seiman, sesudah shalat kak musa ke secret, akupun menyelesaikan tugasku terlebih dahulu sabagai hamba-nya. Akhirnya aku bangkit dari tempat dudukku kemudian kupercepat langkahan kakiku menuju ke secret, kuketuk-ketuk pintu secret sambil kuucapkan salam,kemudian kak musa menjawab salamku waalaikumussalam jawabnya sambil membuka pintu, selanjutnya kak musa mengambil air yang telah ia sediakan disebuah botol, akhirnya ia memberikan botol yang telah terisi air minum tersebut kepadaku, terimah kasih ya kak, iye sama-sam dek. Sayapun menuju ke kak hada dan kak sita, akupun datang dan melihat mereka sedang berfoto-foto dengan kado yang diberikan oleh kak sita, assalamu alikum ini kak air minumnya, kemudian kak hada dan kak sita meminum air tersebut dengan lahapnya. Selanjutnya kak hada membuka kado yang diberikan oeh sahabat dekatnya dia adalah kak sita, saya hanya memandangi diatas motor kak hada, mereka sngat akrab, keceriaan diwajahnya sangatlah tertampak pada senyumannya yang manis, akhirnya kak hada selesai juga membuka kado tersebut dan melihat isi dari kado tersebut pula, isi dari kado tersebut sebuah kalam cinta dari allah yakni al qur’an kak hada sangat bahagia dengan kado yang diberikan oleh kak sita. Didalam al quran iitu terselit sebuah kertas dan kertas tersebut terdapat tulisan pena, selanjutnya kak hada membuka kertas itu dan membaca dari tulisan pena it, kak hada sangat senang dan bahagia dengan membaca isi dari kertas tersebut, itu terbukti dari senyumannya yang manis serta tawanya yang terselit-selit.akhirnaya kak hada hanya dapat mengatakan hari ini adalah hari yang terindah untukku yang tak akan perbah terlupakandalam hidupku hingga terpisahnya jiwa dan ragaku.
Tiba-tiba kakmusa datang menghampiri kami, dan menuju kehadapan kak hada, kemudian kak hada memintanya tuk membaca kertas tersebut, selanjutanya kak musa pun membaca kertas tersebut diata atap tempat air wudhu kamipun mengejeknya dengan kata banyak tingkah yang aneh, akhirnya kak musa selesai membaca kisi dari kertas tersebu dan memberikannya kepada kak hada,, dan ia pun kembali kesekret dengan membawa kembali botol minumannya.
Dan akhirnya kak hada dan kak sita pun ingin pulang, dan saya berdiri dan memandangi mereka berdua dengan kuterbarkan senyuman manisku serta wajah polos begitupun dengan mereka.

Keluargaku Kekasih Allah


KELUARAGAKU KEKASIH ALLAH
Di sebuah desa, desa ini diberi nama sebagai desa amanatullah, di karenakan penduduk disini sangat memegang teguh syariat islam serta hukum adat yang berlaku di desa tersebut. Di desa ini dipimpin oleh seseorang yang sangat mengetahui banyak tentang syariat islam atau biasa dipanggil sebagai kiai dan juga ustads, pak kiai tersebut bernama pak Akram yang telah berusia 55 tahun, diapun masih didampingi oleh sang istrinya, istrinya bernama ibu Azizah, mereka berduapun dikaruniakan dua orang anak perempuan dari allah swt, mereka sangat bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepadanya. Mereka berdua merawat dan menjaganya dengan kasih sayang yang tulus kepada mereka berdua, waktu pun berputar dan berputar, anak pertamanya yang ia beri nama Wulandari, kini telah tumbuh menjadi sosok seorang gadis yang cantik serta memiliki akhlak yang  kharimah serta tumbuh menjadi seorang gadis yang anggun dan lugu, begitupun dengan anak perempuannya yang kedua, yang mereka beri nama Ummu, yang kini juga telah tumbuh menjadi seorang gadis yang memiliki akhlakul kharimah, namun perbedaanya dari anak pertamanya terdapat dari pola pikir mereka, Wulandari anaknya yang pertama kini telah memasuki masa kedewasaan, dimana dimasa ini, sudah pemikiran-pemikiran yang mengarah ke masa depan baik itu karir maupun dan terutama menjadi seorang istri, sedangkan Ummu masih memasuki masa remaja, dimana seorang anak yang mengiginkan curahan cinta dan kasih sayang dibutuhkan olehnya sampai menuju ke masa kedewasaan.
Sepertiga malam pak Akram bangun dari tidurnya, kemudian membangunkan istrinnya dan kedua putrinnya dan melaksanakan shalat sunnah tahajjud serta melanjutkan shalat sunnah witir, setelah mereka shalat, mereka bersama-sama mengaji, tak terasa adzan shubuh pun berkumandang di desa amantullah ini, keluarga pak Akram pergi bersama-sama menuju ke mesjid untuk melaksanakan salah satu kewajibannya yakni shalat shubuh,  begitu pula dengan anggota masyarakat yang tinggal di desa  ini.
Matahari pun terbit di balik bukit di sebelah timur sana, burung-burung terbang bersama-sama sambil berkicau-kicau, sedangkan para tumbuhan meregankan seluruh tubuhnya, serta para hewan pun berolahraga di pagi hari itu. Wulandari dan Ummu bersama-sama membersihkan tempat tidurnya, ketika Wulandari membuka gorden jendelanya sinar matahari masuk kedalam ruangan kamarnya menerangi seluruh ruangan kamar ini, Wulandari pun termenung sejenak dan bercakap di dalam hatinya “ ya allah sunguh maha besar engkau ya allah, karena dengan kebesaranmulah serta kasih sayangmu, engkau menciptakan seluruh makhluk yang ada di permukaan bumi ini dan engkau menciptakan matahari sebagai penerang didalam kehidupan kami, terimah kasih ya allah, ” kak, lagi ngapain kak, kata Ummu, kakak hanya memanjatkan kata syukur kepada allah dek,  maksudnya kak, lihatlah sinar matahari ini dek yang menyinari seluruh ruangan ini dengan meneteskan air matanya, allah dek sangat sayang kepada seluruh makhluknya yang tak henti-hentinya dia beirkan kepada kita, makna dari sinar matahari ini dek adalah bukti kasih sayang allah kepada kita dek, kak, saya sangat bangga memiliki kakak sepertimu, kakak tak hanya cantik di luar ( fisik ) tetapi juga cantik didalam ( hati ), terutama kakak sangat mencintai allah,  dengan nada suara yang pelan serta meneteskan air matanya dan berkata kepada adiknya “ dek, kita diciptkan di dunia ini, hanyalah sementara, dan sebenarnya dek kehidupan kita adalah kehidupan akhirat, jadi kita hanya sekedar menumpang di dunia ini untuk mencari bekal untuk mendapat keridhaan allah swt kelak di kehidupan akhirat dek.” Kakak, kamu tidak hanya sebagai kakak di dalam kehidupan ini, tetapi juga sebagai obat bius bagi hati ini, karena dengan kata-katamu yang menyentuh hatiku, itu semua dapat terjadi dengan kebesaran cinta tulus kakak kepada allah, jadi adikku ini tidak boleh nakal ya, jadilah adikku yang baik terhadap sesama manusia, serta makhluk ciptaanya yang ada di dunia, ia kak, adikmu juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencintainya diatas segala-galanya, dengan hati yang gembira serta kekuatan kasih sayang mereka berdua saling berpelukan serta sama-sama meneteskan air mata, ibunya pun menuju ke kamar putrid-putrinya, tanpa mengucapkan salam sebelum masuk kedalam kamar putrid-putrinya, dia melihat kedua anaknya saling berpelukan serta melihat tetesan air mata kedua putrinya membasahi wajahnya, ibnya pun melangkahkan kakinya menuju ke putri-putrinya, kedua putrinya pun melihat sang ibu yang sedang berdiri di depannya, merekapun melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang membasahi wajah mereka, nak, lagi ngapain, kenapa kalian berdua berpelukan sampai-sampai kalian meneteskan air matamu sehingga membasahi wajahmu, khadijah pun memjawab pertanyaan yang di ajukan oleh sang ibu, begini bu, khadijah hanya menjelaskan kepada adikku ini mengenai, betapa besarnya kasih sayang yang ia limpahkan kepada kita dalam memjalani kehidupan di dunia fana ini, sehingga adik tersentuh apa yang ku katakan kepadanya. Alhamdulillah ibu sangat bersyukur dikarunia putri yang tidak hanya cantik tapi juga  sangat cinta kepada allah swt. Kemari nak, ibu sudah lama tidak merasakan pelukan kalian, ibu ingin memelukmu, kedua putrinya menghampiri ibunya yang telah menanti pelukannya, mereka pun berpelukan dengan hati yang tulus dan ikhlas. Nak, mari kita ke dapur untuk menyiapkan makan pagi yang special buat ayahmu, cepat bu, kata Ummu dengan lantang dan penuh semangat, mereka bertiga pun bergegas ke dapur dan berdiskusi mengenai masakan special yang ingin diberikan kepada pak Akram, nah, Ummu punya ide ni bu, bagaimana kalau kita  masakkan ayah adalah sayur tumis kemudian di campur dengan kacang, terasi dan Lombok, sedangkan lauknya kita buatkn tempe kripik kemudian di buatkan sambal yang campuranya Lombok tumis dan juga jeruk purung, uh.. pasti ayah ketagihan dan semangat makan, ide yang bagus dek, kata dijah, bagaimana ide ini diterima atau tidak bu, masya allah, isyah memang benar-benar pintar kalau urusan makan-makanan, ibu tidak usah memuji begitu bu…, kak, kalau kakak idenya apa ???, kalau kakak, bagaimana kalau kita buatkan bapak gorengan pisang serta pisang pepet sekalian kita bagikan kepada tetangga?! Ummu, sangat setuju dengan usulan kakak, bu, bagaimana bu usulan kakak diterimahkan bu ? masya allah kedua putri ibu sangat cerdas dan juga memperhatikan kehidupan orang-orang yang  stratanya yang rendah.
Mereka pun bergegas untuk menyiapkan peralatan, perlengkapan serta bahan-bahan yang di butuhkan, serta membagi tugasnya masing-masing, Wulan mengupas kulit pisang serta membentuk pisang tersebut sesuai dengan yang direncanakannya, kemudian Ummu sedang memotong –motong tempe serta sayur-sayuran yang dibutuhkanya, sedangkan ibunya menumbuk kacang, Lombok kecil serta rempah-rempah yang dibutuhkan untuk menumis sayur tersebut, sekitar 30 menit kemudian pekerjaannya masing-masing sudah selesai, akhirnya mereka memasak serta menggoreng, suasana yang begitu sejuk membuat mereka semangat, kebahagiaan, tawa, canda terhampar di ruangan ini. Akhirnya masakan special  untuk pak Akram telah selesai, tinggal dinikmati oleh pak Akram, sekitar 15 menit kemudian, didepan teras terdengar suara pak Akram yang sedang mengucapkan salam “ assalamu alaikum bu “ salam pak Akram ia ulangi tiga kali, namun salamnya tak seorangpun yang menjawabnya, Pak Akram pun melangkahkan kakinya  masuk kerumahnya, dan memandang kearah kanan dan kiri, tapi sangat sepi, tak ada suara-suara keberadaan bahwa keluarganya berada di rumah, sehingga dia menyimpulkan bahwa tak ada orang-orang dirumahnya, kemudian dia menuju ke ruang makan, beberapa langkah lagi dia sudah sampai di ruang makan, istri dan juga anak-anaknya telah menghidangkan sarapan di meja makan, mereka bertiga berdiri di depan meja, langkahan kaki kanan pak Akram telah masuk di ruang makan, teriakan sang istri dan anak-anaknya mengagetkannya, mereka bertiga pun menyambut pak Akram dengan senyuman yang ceria, pak Akram pun menuju ke istrinya dan kedua putrid-putrinya, yang sudah lama menunggu kedatangannya, ibu azizah dan juga kedua putrinya Wulandari dan Ummu menyambut kedatangan pak Akram dengan raut wajah yang berseri-seri, ibu azizah menyapanya dengan nada suara yang  begitu merdu, ayah ayah ayah…, diapun meenyiapkan kursi untuk pak Akram, pendengaran serta penglihatannya tak pernah terbayangkang difikirannya tentang sang istrinya, karena selama ia berumah tangga ibu azizah tak perna  semesra ini, entah kenapa sang istrinya melakukan semua ini kepadanya. Ayah lagi memikirkan apa, kata ibu azizah, ayah hanya terkejut dengan semua ini, kemari pak, kita makan bersama, dengan penuh semangat, Ummu spontan mengulangi perkataan ibundannya, iya bu, nak, pak Akram pun menuju kesana, ayah duduk disini, ibu sudah siapkan tempat untukmu, Wulandari serta adiknya Ummu tersenyum lebar melihat kemesraan kedua orang tuannya, cie-cie ibu dan ayah sudah lupa atas keberadaan kami berdua di tempat ini sahut putrid-putrinya kepadanya, mereka berdua pun melotopi kedua putrinnya dengan raut wajah yang penuh dengan kebahagiaan, kemari nak, sahut ayahnya, pasti kalian ya membuat kejutan ini kepada ayah, bukan pak, tapi ini murni dari pemikiran ibu, sahut kedua putrinya, pak arkan pun memandang wajah ibu azizah sehingga membuat ibu azizah jadi malu dan menundukkan wajahnya, kemudian pak Akram menghelai kepala ibu azizah dan berkata, ibu… terimah kasih atas kesetiaanmu  kepadaku serta cinta dan kasih sayang tulusmu padaku, ibu azizah pun menaikkan wajahnya degan senyum yang lebar ia tebarkan kepada sang suami, dan berkata kepada suaminya, ayah, tidak usah berkata seperti itu, karena ini sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang istri, selain itu ibu juga sangat menyanyangi ayah, apalagi sekarang kita tidak berdua menjalani kehidupan di dunia ini, tetapi kita telah di karuniakan oleh allah swt
dua orang putri yang cantik-cantik serta berbakti kepada kita yah, iya, perkataan ibu benar, sekarang tugas kita memberikan curahan kasih sayang serta nasehat-nasehat kepada putrid-putri kita, agar mereka mampu menjalani seluk beluk di dunia fana ini, mereka berdua pun memandang kearah kedua anaknya dengan senyuman yang tulus terhadapnya, kedua putrinya pun memandang kedua orang tuanya dengan pandangan yang sama, kedua orang tuanya memanggilnya untuk mendekat kepadanya, kedua anaknya pun meghampiri kedua orang tuanya, nak, jadilah seorang hamba yang takut kepada allah serta menjadi anggota masyarakat yang menghargai serta sopan santun terhadap anggota masyarakat desa ini, janganlah memandang jabatan ayahmu di desa ini, tapi berpegang teguhlah kepada ajaran allah yaitu al qur’an dan al hadist, karena hanya kedua inilah yang menjadi pedoman kita dalam melakukan sesuatu di dunia ini, perkataan ayahnya kepadanya. Suasana yang begitu menyejukkan hati mereka seakan-akan  mereka berada di padang rumput yang luas dan menghirup udara yang segar serta merasakan kesegaran angin yang tertiup dari sebelah barat.  Bu, nak, kemari, sahut pak Akram kepada mereka, mereka bertiga pun mendekat kepada pak Akram, “pak Akram berkata kepada mereka, bu nak, saya kangen dengan pelukan kalian” mereka pun mendekat ke pak Akram dan merekapun berpelukan, kebahagiaan kita tak dapat di beli dengan apapun, tetapi kebahagiaan kita akan selama-lamanya akan kekal tidak hanya di dunia, tetapi juga di kehidupan akhirat, “ sahut pak Akram, kepada mereka” Ummu pun melepaskan tangan kedua orang tuanya dan juga kakaknya, eh ayah, ibu dan kakak, marilah kita makan, perut Ummu udah bunyi-bunyi ni…, yah, kami menyiapkan makanan spe…cial  untukmu, khadijah pun membuka penutup makanan tersebut, Alhamdulillah, makanan ini adalah makanan kesukaan ayah, waktu nenek kalian masih hidup, nenek kalian sangat sayang sama ayah, jadi ketika kakek kalian mendapat rejeki, nenek kalian membuatkan masakan ini, karena ketika pertama kali nenekmu membuat masakan ini, ayah semangat sekali makan masakan ini, sahut pak Akram kepada keluarganya. Istri pak Akram  ibu azizah mengambilkan piring  untuk pak Akram, kedua putrinya pun duduk di tempat yang mereka inginkan masing-masing, sebelum kita makan ayah memimpin membaca do’a sebelum kita nikmati  makanan yang dihadapan kita, supaya kita semua tak lupa mensyukuri atas berkah yang diberikan kepada kita. Sesudah mereka berdo’a, mereka makan bersama-sama. Kebahagiaan adalah sebuah anugrah dari allah swt allah, kepada hamba yang menaati semua peraturannya dalam menjalani kehidupan dunia ini, keluarga tak dapat di tukar dengan apapun, karena keluarga merupakan anugrah yang terindah di dunia ini.









Nenek Pannampu


NENEK PANNAMPU
           Suasana shubuh yang begitu menyenangkan, angin menghembuskan nafasnya dengan kesegaran, serta menampar-nampar tubuh ini dengan kesejukan, bintang-bintang dan bulan mulai menghilang, mentari mulai terbit dibalik bukit upuk timur sana, burung-burung berterbangan sambil berkicau-kicau seakan-akan ia menyayikan lagu untukku.
            Hari ini adalah hari terakhirku membagi keceriaan, senyumanku, tawaku, serta candaku bersama keluargaku yang tercinta dikampungku ini, karena hari ini saya akan kembali kemakassar untuk melanjutkan perkuliahan seperti biasa.sayapun memint pamit kepada kedua orang tuaku serta kepada keluarga ibu dan bapak, pagi yang begitu cerah secerah wajahku dipagi hari ini. Akhirnya kutinggalkn kampungku bersama keluarga, namun walau begitu hati ini tak akan pernah melupakan mereka, karena tanpa mereka jiwa dan ragaku tak berarti di dunia ini dalam benakku.
            Dalam perjalananku, ya, seperti biasa, dari kampungku ke Makassar, saya harus naik pete-pete sebanyak 3 kali, Alhamdulillah, akhirnya aku sampai dijalan raya sekaligus sebagai tempat untuk mengambil pete-pete menuju ke daya, mobil, motor, serta bentor lulu lalang didepanku, siswa-siswi berjejer dipinggir jalan sambil bergurau bersama teman-temanya, sedangkan aku berdiri sepi disini, dibawah pohon rindang, kuarahkan pandanganku disebrang jalanan saya, tiba-tiba kumelihat sosok seorang pemuda yang sedang membonceng nenek tua yang sudah berusia senja, dalam fikiranku pemuda itu adalah seorang anak yang sangat berbakti, kupandangi mereka dengan wajah yang berseri, tiba-tiba mereka berhenti disebrangku, kemudian nenek itu memberi uang kepada pemuda itu, ternyta pemuda tersebut bukanlah anaknya, tetapi pemuda tersebut adalah tukang ojek, nenek itu bergabung bersama kedua perempuan dewasa yang sedang berada ditemapat itu, akhirnya pete-pete yang menuju ke daya pun telah ada, eh ternyata nenek dan kedua perempuan dewasa tersebut juga sama tujuan kami, sehingga aku dan mereka sepete-pete dengan mereka, barangkupun kusimpan didepan pintu pete-pete tersebut karena padatnya penumpang, akupun begitu, aku tak merasa asyik seperti penupang lainnya karena padatnya penumpang akhirnya aku duduk seadaya saja. Pete-pete tersebutpun melaju dengan cepat secepat kilat yang menyambar, betisku gemetar dan sekujur tubuhku saki terutama bokonku, tetapi aku tetap terus menahan sakitnya.
            Mata indah ciptaanya ini asyik memandangi pemandangan dalam perjalananku, sawah-sawah yang tandus karena musim panas yang berkepanjangan tahun ini, para pedagang dipinggir jalan yang sedang menanti para pembeli, bangunan-bangunan rumah penduduk dari tradisional ke modern dari bahan kayu hingga semen, betapa besar nikmat yang telah engkau berikan kepada kami terutama kepintaran, dari nikmat inilah dunia dapat terbentuk seperti ini, walaupun tak seindah, serapi dengan apa yang engkau ciptakan dipermukaan bumi ini. Tiba-tiba kumendengar suara yang halus, tapi udah tak segar seperti suaraku atau seusiaku, kubalikkan wajahku dengan mata yang berseri dan tersenyum dengan penuh keikhlasan, dan ternyata suara itu adalah nenek tua yang tadi saya lihat, ketika menanti pete-pete, nak ada uang kecilmu, uang nenek Rp. 50.000 nak, maaf yang nek, saya tidak punya uang kecil nek.dalam benakku nenek ini sangat pemberani pergi dengan sendiri dalam perjalanan yang jauh, apalagi kondisi sekarang criminal-kriminal bebas ada dimana-mana. Satu-persatu penumpang turun ditempat tujuannya, dan satu persatu pula penumpangpun ada, akhiranya seimbang deh.
            Kini kamipun sudah berada didaerah mandai yang sudah dekat dengan tempat tujuan, Alhamdulillah penumpang yang berada ditempat duduk didepanku turun, hingga akhirnya kumeminta kepada salah seorang ibu yang duduk disitu agar mengatur duduknya, hingga kudapat duduk disitu, wah begitu nyamanya perasaan ini, ehtiba-tiba kumemandang kearah tempat dudukku tadi, kemudian sorang cewek memandangiku sambil tersenyum dengan setulus hati sehingga terpancar cahaya diwajahnya dengan bentuk keimutan dan kemanisan wajahnya begitupun denganku, kutatap wajahnya dengan menamparnya dengan keimutan dan kemanisan wajahku pula kepadanya. Angin masuk kesela-sela jendela menan[par kami dengan tamparan kesejukan, mentari menyapa dengan senyuman keceriaanya sepanjang zaman, sedangkan langit sedang asyik mengikuti kami bersama teman-temanya sibiru dan siputih.
            Akhirnya kamipun sampai didaerah daya tiba-tiba nenek tua itu berkata kepada pak supir ke pannampu ki daeng, pak supir itupun menjawab, maaf nek, daerah tersebut udah lewat dari tadi nek, mendengar jawaban pak suir itu rauk wajah nenek tua itu berubah cenmas dan pucat, saya dan para penumpang lainnya sangat khawatir kepadanya. Tapi Alhamdulillah pak sufir itu berhati emas sekali, dia tidak memikirkan uang saja, tapi memikirkan kebahagiaan penumpangnya, sehingga rela mengantar nenek tua itu ketempat dimana ia dapat menyambung arak ketempat ia tuju yakni PANNAMPU.