Kamis, 01 November 2012

Hari yang Indah

HARI YANG TERINDAH  BUAT KAKAK HADA

Matahari  telah pergi menuju kebalik bukit dengan senyuman yang penuh dengan keceriaan, burung-burung berkicau berterbangan kembali kesarangnya, adzan maghribpun berkumandang yang menandakan panggilan cinta dan kasihnya terhadap manusia. Langit yang diselimuti oleh awan yang gelap membuat tak  terpesona dan terasa hambar dipandang mata, sayapun melangkahkan kakiku ke mesjid untuk shalat maghrib berjamaah, langkahan kakiku yang perlahan-lahan tak terasa saya tiba dimesjid, ku menuju ke tempat wudhu, dengan tulus dan ikhlas kuawali ucapanku dengan membaca basmalah, kuberwudhu dengan khusuk untuk mendapatkan keridhaan allah dalam mengerjakan kewajibanku ini selaku hambanya, hamba yang berlumuran dosa, akhirnya sayapun selesai dan membaca do’a sesudah berwudhu.
Ketika kuberjalan menuju kemesjid, tiba-tiba mata ini melihat sosok dua perempuan yang mirip dengan kedua kakak angkatku yang sedang turun dari motornya, wajah ini nampak berseri melihat kedua kakakku, kupanggil mereka sambil menebarkan senyuman manisku, iapun membalas panggilan dengan senyuman manis pula, kuhampiri mereka dan kusapamereka dengan menebut nama mereka dengn nda lantunan yang indah dan merdu kak hada dan kak sita udah lama kita tidak ketemu, tapi, mereka tidak menjawab pertayaanku, eh, ternyata kak hada sedang asyik memandangi hadiahnya, dia berkata hari ini ahari burungku saya tidak mengerti dan tidak tau makna harti burung tersebut, akhirnya kak sita yang memberitahukanku bahwa ini adalah hari ualang tahunnya, kuucapkan slamat kepda kak hada, thanks ya dek jawabnya kepadaku dengan senyuman yang begitu manis dan mendalam bagiku. Kak hada dengan kak sita duduk ditangga teras mesjid dan menatapku dengan wajah yang berseri, kemudian kak hada berkata dek minta tolong kakak sangat haus, tolong dek ikbal ambilkan kami air dua gelas disekret pintanya kepadaku dengan ramah, iya kak tunggu jawabku kepadanya, kuberlari disamping mesjid menuju secret, kuketup pintusekret sambil kuucapkan salam namun tak ada yang menjawab salamku, kumengintip disela-sela pintu, ternyata diruangan itu tak ada orang, akhirnya kukedepan, saya sangat kaget ketika saya sampai tiba-tiba ku melihat kak musa yang sedang berdiri ditiang mesjid, kuhembuskan nafasku dengan pelan-pelan, kemudian kuberkata kepada kak musa, ka, kak hada dan kak sita ingin minum kak, dia memintaku untuk mengambilkannya di secret kak, iya pun menjawab, sebentar saja dek, sudah shalat saja, kemudian kakak ambilkan, baiklah kak jawabku kepadannya dengan rendah hati, akhirnya kumenuju ke kak hada dan kak sita yang sedang menanti kedatanganku untuk membawakannya air minum, kak hada dan kak sita kata kak musa sudah shalat saja, kemudian saya mengambilkan kakak air. Iya tidak apa-apa dek. Saya pun melangkahkan kaki ini masuk ke mesjid sambil menanti iqamah dikumandangkan, akhirnya iqamahpun dikumandangkan, saya dan para jamaah lainnya mengatur dzat-dzat kami dan mendirikan shalat maghrib.
Suara-suara merdu terhampar diruangan mesjid, menggetarkan hati dan menyejukkan fikiran, yang terlanturkan pada bibir manis dari para saudara-saudar kita seiman, sesudah shalat kak musa ke secret, akupun menyelesaikan tugasku terlebih dahulu sabagai hamba-nya. Akhirnya aku bangkit dari tempat dudukku kemudian kupercepat langkahan kakiku menuju ke secret, kuketuk-ketuk pintu secret sambil kuucapkan salam,kemudian kak musa menjawab salamku waalaikumussalam jawabnya sambil membuka pintu, selanjutnya kak musa mengambil air yang telah ia sediakan disebuah botol, akhirnya ia memberikan botol yang telah terisi air minum tersebut kepadaku, terimah kasih ya kak, iye sama-sam dek. Sayapun menuju ke kak hada dan kak sita, akupun datang dan melihat mereka sedang berfoto-foto dengan kado yang diberikan oleh kak sita, assalamu alikum ini kak air minumnya, kemudian kak hada dan kak sita meminum air tersebut dengan lahapnya. Selanjutnya kak hada membuka kado yang diberikan oeh sahabat dekatnya dia adalah kak sita, saya hanya memandangi diatas motor kak hada, mereka sngat akrab, keceriaan diwajahnya sangatlah tertampak pada senyumannya yang manis, akhirnya kak hada selesai juga membuka kado tersebut dan melihat isi dari kado tersebut pula, isi dari kado tersebut sebuah kalam cinta dari allah yakni al qur’an kak hada sangat bahagia dengan kado yang diberikan oleh kak sita. Didalam al quran iitu terselit sebuah kertas dan kertas tersebut terdapat tulisan pena, selanjutnya kak hada membuka kertas itu dan membaca dari tulisan pena it, kak hada sangat senang dan bahagia dengan membaca isi dari kertas tersebut, itu terbukti dari senyumannya yang manis serta tawanya yang terselit-selit.akhirnaya kak hada hanya dapat mengatakan hari ini adalah hari yang terindah untukku yang tak akan perbah terlupakandalam hidupku hingga terpisahnya jiwa dan ragaku.
Tiba-tiba kakmusa datang menghampiri kami, dan menuju kehadapan kak hada, kemudian kak hada memintanya tuk membaca kertas tersebut, selanjutanya kak musa pun membaca kertas tersebut diata atap tempat air wudhu kamipun mengejeknya dengan kata banyak tingkah yang aneh, akhirnya kak musa selesai membaca kisi dari kertas tersebu dan memberikannya kepada kak hada,, dan ia pun kembali kesekret dengan membawa kembali botol minumannya.
Dan akhirnya kak hada dan kak sita pun ingin pulang, dan saya berdiri dan memandangi mereka berdua dengan kuterbarkan senyuman manisku serta wajah polos begitupun dengan mereka.

0 komen choii:

Posting Komentar