HARI YANG TERINDAH BUAT KAKAK HADA
Matahari telah pergi menuju kebalik bukit dengan
senyuman yang penuh dengan keceriaan, burung-burung berkicau berterbangan
kembali kesarangnya, adzan maghribpun berkumandang yang menandakan panggilan
cinta dan kasihnya terhadap manusia. Langit yang diselimuti oleh awan yang
gelap membuat tak terpesona dan terasa
hambar dipandang mata, sayapun melangkahkan kakiku ke mesjid untuk shalat
maghrib berjamaah, langkahan kakiku yang perlahan-lahan tak terasa saya tiba dimesjid,
ku menuju ke tempat wudhu, dengan tulus dan ikhlas kuawali ucapanku dengan
membaca basmalah, kuberwudhu dengan khusuk untuk mendapatkan keridhaan allah
dalam mengerjakan kewajibanku ini selaku hambanya, hamba yang berlumuran dosa,
akhirnya sayapun selesai dan membaca do’a sesudah berwudhu.
Ketika
kuberjalan menuju kemesjid, tiba-tiba mata ini melihat sosok dua perempuan yang
mirip dengan kedua kakak angkatku yang sedang turun dari motornya, wajah ini
nampak berseri melihat kedua kakakku, kupanggil mereka sambil menebarkan
senyuman manisku, iapun membalas panggilan dengan senyuman manis pula,
kuhampiri mereka dan kusapamereka dengan menebut nama mereka dengn nda lantunan
yang indah dan merdu kak hada dan kak sita udah lama kita tidak ketemu, tapi, mereka
tidak menjawab pertayaanku, eh, ternyata kak hada sedang asyik memandangi
hadiahnya, dia berkata hari ini ahari burungku saya tidak mengerti dan tidak
tau makna harti burung tersebut, akhirnya kak sita yang memberitahukanku bahwa
ini adalah hari ualang tahunnya, kuucapkan slamat kepda kak hada, thanks ya dek
jawabnya kepadaku dengan senyuman yang begitu manis dan mendalam bagiku. Kak
hada dengan kak sita duduk ditangga teras mesjid dan menatapku dengan wajah
yang berseri, kemudian kak hada berkata dek minta tolong kakak sangat haus,
tolong dek ikbal ambilkan kami air dua gelas disekret pintanya kepadaku dengan
ramah, iya kak tunggu jawabku kepadanya, kuberlari disamping mesjid menuju
secret, kuketup pintusekret sambil kuucapkan salam namun tak ada yang menjawab
salamku, kumengintip disela-sela pintu, ternyata diruangan itu tak ada orang,
akhirnya kukedepan, saya sangat kaget ketika saya sampai tiba-tiba ku melihat
kak musa yang sedang berdiri ditiang mesjid, kuhembuskan nafasku dengan
pelan-pelan, kemudian kuberkata kepada kak musa, ka, kak hada dan kak sita
ingin minum kak, dia memintaku untuk mengambilkannya di secret kak, iya pun
menjawab, sebentar saja dek, sudah shalat saja, kemudian kakak ambilkan,
baiklah kak jawabku kepadannya dengan rendah hati, akhirnya kumenuju ke kak
hada dan kak sita yang sedang menanti kedatanganku untuk membawakannya air
minum, kak hada dan kak sita kata kak musa sudah shalat saja, kemudian saya
mengambilkan kakak air. Iya tidak apa-apa dek. Saya pun melangkahkan kaki ini masuk
ke mesjid sambil menanti iqamah dikumandangkan, akhirnya iqamahpun
dikumandangkan, saya dan para jamaah lainnya mengatur dzat-dzat kami dan
mendirikan shalat maghrib.
Suara-suara merdu
terhampar diruangan mesjid, menggetarkan hati dan menyejukkan fikiran, yang
terlanturkan pada bibir manis dari para saudara-saudar kita seiman, sesudah
shalat kak musa ke secret, akupun menyelesaikan tugasku terlebih dahulu sabagai
hamba-nya. Akhirnya aku bangkit dari tempat dudukku kemudian kupercepat
langkahan kakiku menuju ke secret, kuketuk-ketuk pintu secret sambil kuucapkan
salam,kemudian kak musa menjawab salamku waalaikumussalam jawabnya sambil
membuka pintu, selanjutnya kak musa mengambil air yang telah ia sediakan disebuah
botol, akhirnya ia memberikan botol yang telah terisi air minum tersebut
kepadaku, terimah kasih ya kak, iye sama-sam dek. Sayapun menuju ke kak hada
dan kak sita, akupun datang dan melihat mereka sedang berfoto-foto dengan kado
yang diberikan oleh kak sita, assalamu alikum ini kak air minumnya, kemudian
kak hada dan kak sita meminum air tersebut dengan lahapnya. Selanjutnya kak
hada membuka kado yang diberikan oeh sahabat dekatnya dia adalah kak sita, saya
hanya memandangi diatas motor kak hada, mereka sngat akrab, keceriaan
diwajahnya sangatlah tertampak pada senyumannya yang manis, akhirnya kak hada
selesai juga membuka kado tersebut dan melihat isi dari kado tersebut pula, isi
dari kado tersebut sebuah kalam cinta dari allah yakni al qur’an kak hada
sangat bahagia dengan kado yang diberikan oleh kak sita. Didalam al quran iitu
terselit sebuah kertas dan kertas tersebut terdapat tulisan pena, selanjutnya
kak hada membuka kertas itu dan membaca dari tulisan pena it, kak hada sangat
senang dan bahagia dengan membaca isi dari kertas tersebut, itu terbukti dari
senyumannya yang manis serta tawanya yang terselit-selit.akhirnaya kak hada
hanya dapat mengatakan hari ini adalah hari yang terindah untukku yang tak akan
perbah terlupakandalam hidupku hingga terpisahnya jiwa dan ragaku.
Tiba-tiba
kakmusa datang menghampiri kami, dan menuju kehadapan kak hada, kemudian kak
hada memintanya tuk membaca kertas tersebut, selanjutanya kak musa pun membaca
kertas tersebut diata atap tempat air wudhu kamipun mengejeknya dengan kata banyak
tingkah yang aneh, akhirnya kak musa selesai membaca kisi dari kertas tersebu
dan memberikannya kepada kak hada,, dan ia pun kembali kesekret dengan membawa
kembali botol minumannya.
Dan akhirnya kak hada
dan kak sita pun ingin pulang, dan saya berdiri dan memandangi mereka berdua
dengan kuterbarkan senyuman manisku serta wajah polos begitupun dengan mereka.

0 komen choii:
Posting Komentar