Arti Sahabat
pagi
telah datang kembali menyapa alam ini, berkat rahmat serta bukti kasih sayang
yang ia berikan terhadap ciptaanya, hari ini adalah hari ahad, dimana khadijah
dan sahabat-sahabatnya telah bersepakat ke panti asuhan as-syifa yang terletak
di desa khumairah, panti asuhan ini merupakan tempat yang khusus dijadikan oleh
keluarga khadijah sebagai penampungan amal, kedua orang tua khadijah sudah
sangat akrab dengan pengelolah panti asuhan ini, begitu pun dengan anak-anak panti
yang diasuhnya, begitupun dengan khadijah akhirnya dia berinisiatif untuk
mengajak teman-temanya kesana, ketika khadijah memberitahukannya ternyata
keluarga reski, juga sering ke panti asuhan as-syifa setiap waktu libur, tapi
kali ini, keluarga reski tak bisa kesana, karena ada sesuatu yang mereka urus,
akhirnya reski berkata kepada khadujah saya sangat setuju, sahabat-sahabat
khadijah yang lainnya pun setuju. Khadijah sangat gembira dengan jawaban
sahabat-sahabatnya, dia pun menuju kekamar orang tuanya untuk memberitahukan
kabar ini, kedua orang tuannya mengisinkannya, malah kedua orang tua khadijah
meminta maaf kepadanya, karena tidak bisa ikut serta bersama
sahabat-sahabatnya, karena adiknya aisyah sedang sakit dan sedang dirawat inap
dirumah sakit, tapi sebaliknya pula, khadijah yang meinta maaf kepada kedua
orang tuannya, karena hari ini dia tidak bisa menjaga dan merawat adiknya
swperti hari-hari kemarin.
Angin sepoi-sepoi menghembuskan nafasnya dengan kesejukan di pagi cerah ini kata reski, nanti, insya allah, kamu lulus di sma, sebaiknya kamu ambil jurusan sastra, karena kamu berbakat menjadi seorang penulis ide dari Fatimah, iya benar sekali Fatimah sahut anggi dan amira, insya allah, jika itu adalah ketentuan sang pemilik alam ini, berarti itulah yang terbaik untukku, tetapi yang terpenting untuk kita semua, kita harus memegang teguh agama kita. Iya reski kamu benar sahut sahabat-sahbatnya. Merekapun menikmati kesejukan hembusan angin yang menampar-nanpar mereka dalam perjalananya menuju kerumah khadijah. Akhirnya mereka pun sampai di rumah khadijah.
Khadijah
yang sedang duduk-duduk didepan terasnya sambil mendengarkan lantunan lagu
islami, menyambut mereka dengan senyuman tulus dan ikhlas terpancar diwajahnya.
Assalamu alaikum khadijah sapaan sahabat-sahabatnya, waalaikumussalam. Kami
minta maaf ya khadijah, karena kami terlambat tidak sesuai dengan perjanjian
kita, astaqfirullah al adzim Fatimah, reski, anggi dan amira, tidak apa-apa,
yang terpenting buatku engkau ada disini, dan itu berarti kalian tidak
melanggar perjanjianmu, begitu pula engkau tak mengecewakan sang pemilik raga
ini. Subhanallah, sungguh engkau berhati emas. Terimah kasih atas pujianmu
sangatla menyentu hatiku sambil berloga alai, shingga sahabat-sahabatnya
tertawa terbahak-bahak, tak menyangka khadijah bertingkah seperti itu.
Keceriaan
mereka terdengar oleh kedua orang tua khadijah yang sedang membuatkan kue untuk
anaknya aisyah adik khadijahs, sebentar ya pak, ibu keluar dulu kedepan
pintanya kepada suamunya. Mmm…, kapan kalian nak datang kata ibu azizah kepada
sahabat-sahabat anaknya sekitar lima menit yang lalu bu, sahut mereka bersamaan
silahkan masuk nak ajakan bu azizah, tidak usah bu jawab sahabat-sahabat
khadijah, pak…iya tunggu, ada apa ma?? Tanya pak akran dengan senyuman yang
indah ia hamparkan kepada bu azizah Khadijah dan sahabat-sahabatnya sudah ingin
berangkat pak. Khadijah dan sahabat-sahabatnya pun pamit kepada ibu azizah dengan
pak akran.
Perjalanan
mereka begitu menyenangkan, sang mentari tak henti-hentinya menyapa mereka
dengan senyuman yang terpancar oleh percikkan cahanya, pepohonan
melambai-lambaikan tubuhnya kepada mereka, seakan-akan pepohonan itu
mengganggap mereka seperti anaknya sendiri, yang sedang berpergian, bukan,
hanya itu, burung-burung berterbangan diatas mobil yang
mereka kendarai seakan-akan mereka berlomba dengan laju kecepatan, dengan
suasana perjalanan yang begitu penuh kebahagiaan dan keceriaan, sehingga tak
terasa, mereka sampai ditujuan.
Alhamdulillah kita sudah sampai kata
reski sambil tersenyum dan menikmati suasana alam panti asuhan as-syifa desa
khumairah begitu pula khadijah dan ketiga sahabatmnya. Mereka pun menurunkan
barang-barang yang mereka ingin sedekahkan kepada saudara-saudaranya.
Assalam alaikum bu, waalaikumussalam eh
nak khdijah dan nak reskikan? Jadi kamu dengan khadijah berteman iya bu, lebih
dari itu bu kami bersdahabat jawab khadijah dan reski bersamaan, perkenalkan
ini amira, anggie dan juga Fatimah salam kenal bu, salam kenal juga nak, mari
silashkan masuk!!
Assalamu alaikum nak, kata bu mita pengelolah
panti asuhan tersebut sambil tersenyum lebar kepada anak-anak asuhannya yang
sedang bermain-main. Anak-anak ku, kita kedatangan tamu, assalamu alaikum
adik-adik, saya Fatimah, saya anggie dan saya amira,kami sahabat kak khadijah
dan kak reski, salam kenal kak kata anak-anak panti asuhan itu dengan wajah
yang berseri-seri dengan penuh kepolosan serta keluguhan. Adik-adik ini ada
rejeki dari kedua orang tua kakak, sahabat-sahabat kakak begitu pula dengan
kakak. Anak-anak panti asuhan tersebut sangat senang, gembira dan sangat
bersyukur kepada allah dengan sedekahan yang sederhana dari kedua orang tua dan
sahabat –sahabat khadijah. Mereka pun semua mengucapkan kata terimah kasih
kepada khadijah dan sahabat-sahabatnya dengan wajah yang riang serta senyum
yang mengandung cinta dan kasih, kebahagiaan dan kecerian mereka tak lekas
selesai disitu. Adzan pun berkumandang menggelegahkan seluruh isi dunia. Alhamdulillah,
teman-teman sudah waktu dzuhur, mari kita shalat kata agus dengan wajah yang
riang, kak mari kita ke mesjid untuk shalat dzuhur berjamaah, iya dek. nak
khadijah dan sahabat-sahabat nak khadijah, ini ibu bawakan alat shalat, tidak
usah bu, saya dan sahabat-sahabatku tidak lupa membawa alat shalat, saya kira
nak khadijah dan sahabat-sahabat nak khadijah tidak bawa, kalau begitu silahkan
ke mesjid, ibu tidak barengan dengan kami Tanya khadijah dengan ekspresi yang
serius, ibu sedang halangan nak. Khadijah dan sahabatnya pun pergi ke mesjid
barengan dengan anak-anak panti asuhan dengan canda dan tawa terhampar di wajah
mereka, matahari iri dengan senyuman
yang mereka pancarkan diwajah mereka, karena dia hanya dapat berbagi kepada
saudara-saudaranny, namun tak seorangpun yang memperhatikannya, dia hanya
dijadikan sebagai alat pelengkap di dunia fana ini, tumbuh-tumbuhan bunga indah
tumbuh dipinggir jalan menyapa serta menggoda mereka dengan keharuman yang ia
hamburkan kepada khadijah, sahabat-sahabatnya, serta anak-anak panti asuhan
as-syifa desa khumairah. Mereka pun tiba di rumah allah, dan melaksanakan
kewajibannya sebagai umat islam.
Alhamdulillah, terimah kasih ya
allah, mudah-mudahan sampai hingga akhir hayatku, tetap memegang teguh agamamu
benak khadijah sambil membuka mukenanya, sedangkan para sahabat-sahabatnya
sudah menunggunya didepan teras mesjid bersama anak-anak panti asuhan as-syifa
sambil bercanda dengannya. Assalamu alaikum. Kakak dengar adik-adik tertawa
terbahak-bahak, kalau boleh tau apa sih yang kamu lakukan, sahabat kakak
menceritakan cerita yang lucu untuk kami, sehingga membuat kami tertawa demngan girang kata agus sambil
tersenyum. Khadijah pun keempat sahabat-sahabatnya sambil mengedikkan mata nya
dengan centil. Kalau begitu, mari kita kembali ke panti!!! Mereka pun kembali
kepanti bergandengan tangan sambil beryanyi-nyayi, burung-burung pun
bertebangan sambil berkicau-kicau, seakan-akan mereka juga tak ingin kalah
dengan keceriaan yang dirasakan oleh khadijah, sahabat-sahabatnya, serta
anak-anak panti asuhan as-syifa.
Ibu mita pengelolah panti asuhan
as-syifa dan juga ibu mina pengawai panti asuhan yang dipekerjakan oleh bu
mita, mereka berdua sedang memasak hidangan untuk khadijah, sahabat-sahabatnya,
serta anak-anak asuhannya. Astaqfirullah al adzim,ada apa bu kata bu mina
dengan panik, firdaus, dari tadi pagi dia celum sarapan, dia hanya meminim
segelas susu r, dan sekarang sudah siang, saya khawatir dia kenapa-napa, mari
bu, tolong ibu selesaikan masakan ini pintanya dengan kerendahan hati, bu mina
pun menjawab dengan kerendahan hati pula. Bu mita sangat tergesa-gesa ke kamar
firdus, sesampai didepan kamar firdaus, ibu mita mengucapkan salam, ucapan
salamnya ia ulang sebanyak tiga kali,
tapi firdaus tidak menyahut salam bu
mita, bu mita pun memegang gengang pintu kamar itu, dia bermaksud untuk membuka
pintu kamar itu, Alhamdulillah firdus tidak mengunci pintu kamarnya kata bu
mita dengan perasaan yang lega, dia pun masuk kedalam kamar firdaus, uhh, ternyata firdaus sedang shalat dzuhur,
pantasan firdaus tidk menjawab salam ibu sambil tersenyum memandangi firdaus
yang sedang mendirikan shalat, bu mita duduk diatas tempat tidur menunggu
firdaus menyelesaikan kewajiban terhadap sang penguasa hati ini. Ibu mita hanya
berharap kepada allah, mudah-mudahan firdaus ikhlas kepergiaan kedua orang
tuannya, firdaus membalikkan tubuhnya, dia mlihat bu mita yang sedang melamun
terdiam bagaikan kendi yang terpajang dikamarnya, ibu kenapa dengan suaranya
begitu merdu dan meluluhkan hati para pendengarnya, ibu mita pun kaget,
astaqfirullah al adzim, firdaus minta maaf bu, saya melihat ibu sedang melamun,
kalau boleh tau ibu sedang melamunin apa Tanya firdaus dengan serius, iu hanya
melamunin kamu, ibu sangat berharap kamu bisa mengiklaskan kepergiaan kedua
orang tuamu kembali kesisinya serta ibu ingin sekali melihat engkau bermin
dengan saudara-saudaramu yang lain. Maaf bu, saya tidak bisa kata firdaus
dengan wajah yang sedih, maakan ibu nak, ibu tidak bermaksud untuk membuatmu
sedih, iya bu, kalau begitu ibu permisi dulu, sebentar ibu akan membawakan mu
makanan untukmu, baik bu. Ibu mita pun keluar dari kamar firdaus dan bermaksud
untuk kedapur, tetapi, dia mendengar suara-anak-anak asuhanya tertawa
terbahak-bahak, sehingga dia pun beranjak ke pintu depan, dan menjemput
kedatangan mererka bersama khadijah dan sahabat-sahabatnya dengan senyuman yang
tulus terhampar kepada mereka. Khadijah dan sahabat-sahabatnya pun membalas
senyuman bu mita dengan senyuman yang penuh dengan kebahagiaan di wajah mereka.
Khadijah dengan sahabat-sahabatnya mengajak anak-anak panti asuhan as-syifa
untuk mengaji bersama. Sekitar 15 menit telah berlslu, ibu mita dan bu
minadatang menghampiri mereka kemudian memanggil mereka ke ruang makan untuk
menikmati hidangan di siang hari ini. Khadijah dengan sahabat-sahabtya beserta anak-anak
asuhannya menuju keruang makan tersebut, mereka pun duduk dibawah lantai yang
beralaskan karpet hidangan pun sudah tertata rapi diatas karpet, jangan
berebutan nak kata bu mina, khadijah dan sahabat-sahabatnya tersenyum lebar
melihat anak-anak itu mengambil lauk pauk yang mereka inginkan. Khadijah
melihat bu mita membawa hidangan kearah kamar yang terletak paling ujung
diruang tamu itu, didalam fikiranya
bertanya-tanya, nak khadijah dan teman-teman nak, silahkan dinikmati
hidangannya, khadijah beserta sahabat-sahabatnya hanya tersenyum kepada bu mina
sambil berkata iya bu. Bu mina pun duduk barengan bersama menikmati hidangan
itu, walau suasananya begitu penuh dengan kebahagiaan, kahdijah sangat
penasaran dengan orang yang brada didala kamar itu. Mereka pun selesai
menikmati makan siang hari ini dengan penuh kebahagiaan, khadijah dan
sahabat-sahabatnya membantu membereskan piring-pirin yang kotor. Mereka hanya
membantu smpai disitu saja, karena bu mina berkata kepada mereka tidak usah,
biar ibu sendiri yang mencuci piring ini, karena ini sudah menjadi kewajiban ibu disini dengan
lantang. Khadijah dan sahabat-sahabatnya pun menuju keruang tamu,sedangkan
anak-anak panti asuhan itu kedepan teras dan melanjutkan permainan mereka,
sahabat-sahabat khadijah pun ikut serta bermain dengan mereka, kecuali amira,
amira duduk di kursi bersama khadijah di dalam ruang tamu. Khadijah teringat,
tadi sewaktu mereka di ruang makan ia melihat ibui mita mengantarkan makanan
kedalam kamar di ujung sana, ia pun memberitahukan ini kepada amira, mereka pun
sangat penasaran, dengan tingginya penasaran tersebut, mereka berdua beranjak
untuk kekamar itu, saat mereka berada didepan pintu kamar itu, dia mendengar
uara anak kecil yang sedang berbincang-bincang dengan bu mita, mereka pun
mengetuk-ngetuk pintu itu sambil mengucapkan salam, ibu mita dan firdaus
terdiam sejenak dan mendengar suara itu, bu mita pun berkata kepada firdaus
bahwa dia kak khadijah dengan sahabatnya, dia datang kesini, untuk berbagi
kepada saudara-saudaramu yang lain, kalau begitu ibu buka pintunya dulu ya nak
pinta bu mita dengan sangat berharap dikabulkan iya bu, jawab firdaus, dalam
benak bu mita, Alhamdulillah saya tidak menyangka sudah ada perubahan didalam
diri firdaus, bu mita pun membuka pintu itu. Eh nak khadijhah dan nak amirah,
silahkan masuk kata bu mita, adik kecil ini namanya siapa Tanya khadijah kepada
firdaus, nama saya firdaus jawab firdausvdengan suarannya yang begitu merdu,
kenapa adik firdaus tidak ikut bermain dengan saudara-saudara dek firdaus, apa
dek firdaus sakit Tanya khadijah dengan serius kepadanya, firdaus hanya diam,
tak sekata pun ia lontarkan kata dimulutnya, khadijah bingundengan semua itu,
bu mita pun berkata kepada khadijah dan amira nak firdaus ini adalah kemenakan
ibu, kedua orang tuannya meninggal tiga minggu yang lalu, karena usiannya yang
masih berumur 12 tahun, dia belum bisa menerima itu dengan lapang dada,
emangnya kedua orang tua dek firdaus meninggal gara-gara apa? Mereka berdua
kecelakaan sewaktu dia pulang ditempat kerjannya, oleh sebab itu dia tidak
terlalu keluar, dia masih sering melamun teringat kedua orang tuannya, tapi
Alhamdulillah dia tidak terlau meratapi kesedihanya semakin larut, hanya dia
tidak keluar dari kamr dan bergaul dengan saudra-saudara yang lainnya. Amira
pun memberikan motivasi kepada firdaus dia berkata kepadannya dek, kakak dan
kamu senasib kedua orang tua kakk jua meniggal gara-gara mereka berdua mengidap
sakit jantung, mereka berdua meniggalkan kakak waktu umur 10 tahun, tapi
Alhamdulillah kakak juga diasuh oleh nenek, hatii dan fikiran ini hanya
teringat dengan senyuman mereka berdu, tapi karena nenek sangat sayang dengan
saya, akhirnya akupun dapat mengikhlaskan kedua orang tua kakak di ambil oleh
allah, hari-hari kakak, hanya berdua dengan nenek ditengah sawah yang jauh dari
perkampungan karena saudara ibu tinggal di kota sedangkan keluarga bapak kakak
meninggalkan kakak sendiri, bayangkan betapa sakitnya hati ini, tapi Alhamdulillah
sekarang semua keluarga bapak dan ibu udah ada menemani hidup kakak, kakak dan
nenek pun tinggal di kota bersama adik ibu sedangkan keluarga bapak tiap bulan
mengirimi uang kepadaku serta buah-buahan, dan mereka sering menjenguk kakak
jika mereka mempunyai waktu yang luang. Oleh sebab itu dek firdaus harus
semangat, karena kedua orang tua dek firdaus pasti sedih melihat tingkah laku
serta sifat dej firdaus sekarang sepeninggal mereka, selain itu saudara-saudara
dek firdaus yang lainnya di apnti asuhan ini, mereka pasti marah dengan tingkah
lakumu serta sifatmu yang sep[erti ini, karena mereka juga ingin melihat senyum
manis terpancar diwajahmu serta merasakan kebahagiaan bersamamu, begitu pula
dengan teman-temanmu yang sedang lama menanti kedatanganmu untuk belajar dan
bermain di sekolah. Firdaus sangat empati mendengar cerita amira, iya pun
berkata, ok, mulai sekarang firdaus akan berubah, firdaus ingin melihat kedua
orang tua yang sangat sayangi meneteskan air mata mereka melihat saya seperti
ini. Bu mita, khadijah dan amira sangat senag mendengar ucapan yang dilontarkan
oleh firdaus, terutama bu mita. Kalau begitu firdaus ingui kedepan baermain
bersama dengan sauidara-saudaraku yang lainnya ujrnya dengan lantan dengan
penuh semangat serta rian yang tergambarkan diwajahnya. Bu mita berterimah
kasih kepada amira, begitupun dengan khadijah dengan mata yang belinankan air
mata di matanya. Mereka berempat pun keluar dari kamar, firdaus sangat senang
yang terpancar diwajahnya. Assalamu alaikum teman-teman sapaan firdaus dengan
senyum yang begitu mendalam yang penuh cinta dan kasih. Saudara-saudara nya
sangat kaget melihat firdaus dengan girang seperti itu, padahal kan sudah
beberapa minggu dia tinggal disini tak pernah sedikitpun kelihatan batang
hidungnya dalam benak saudara-saudaranya. Firdaus disambut dengan
saudara-saudaranya dengan senyum yang mendalam pula yang penuh dengan kerinduan
dan cinta kasih kepadanya, akhirnya mereka pun bermain bersama-sama sedankan bu
mita, khadijah, dan sahabt-sahabat khadijah melihatin mereka dengan senyum di
wajah mereka yang penuh dengan kemurahan hati dan sejuta cinta. Tak lam
kemudian telpon milik reski berbunya, dia pun mengangkat telpon itu, ia pun
mengambil telponya disaku roknya, kemudian mengangkatnya, dia pun berbicara
entah dengan siapa dia menelpon, sesudah reski berbicara dengannya, dia pun
memi nta kepada khadijah untu pulang karena, saudara-sauidara mereka dari desa
sedang menunggunya dirumah, akhirnya khadijah dan sahabat-sahabtnya pamit
kepada bu mta bu mina, serta adik-adik panti asuhan as-syifa, firdaus pun
berdiri dan berkata kepada sering-serinlah kemari kak, saudara-saudaranya pun
ikut berdiri dan mengucapkan kalimat yang sama.
Khadijah dan sahabat-sahabatnya pun mnenuju ke mobil, bu mita , bu mina
serta anak-anak panti asuhan as-syifa mengantar mereka hingga mereka naik ke
mobil. Mereka pun meninggalkan panti asuhan as-syifa dengan perasaan dan penuh
kebahagiaan yang bergelimpahan cinta dan kasih sayang.

0 komen choii:
Posting Komentar