Kamis, 08 November 2012

Arti Sahabat

Arti Sahabat

Dalam menjalani kehidupan suka duka dunia fana ini, tak mungkin kita menghadapimya dengan sendiri tanpa bantuan dari hamba yang lain, sekuat apapun keimanan didalam hati ini serta tenaga yang ia karunia kan kepada kita, tak mampu menghadapi gejolak rintangan dalam kehidupan ini, oleh sebab itu allah menciptakan manusia dengan keberagaman sikap dan sifat yang tertanam didalam tubuh dan mengalir dialiran darah kata khadijah dalam benaknya sambil melihat anak-anak  kecil yang sedang asyik bermain dijalanan.
pagi telah datang kembali menyapa alam ini, berkat rahmat serta bukti kasih sayang yang ia berikan terhadap ciptaanya, hari ini adalah hari ahad, dimana khadijah dan sahabat-sahabatnya telah bersepakat ke panti asuhan as-syifa yang terletak di desa khumairah, panti asuhan ini merupakan tempat yang khusus dijadikan oleh keluarga khadijah sebagai penampungan amal, kedua orang tua khadijah sudah sangat akrab dengan pengelolah panti asuhan ini, begitu pun dengan anak-anak panti yang diasuhnya, begitupun dengan khadijah akhirnya dia berinisiatif untuk mengajak teman-temanya kesana, ketika khadijah memberitahukannya ternyata keluarga reski, juga sering ke panti asuhan as-syifa setiap waktu libur, tapi kali ini, keluarga reski tak bisa kesana, karena ada sesuatu yang mereka urus, akhirnya reski berkata kepada khadujah saya sangat setuju, sahabat-sahabat khadijah yang lainnya pun setuju. Khadijah sangat gembira dengan jawaban sahabat-sahabatnya, dia pun menuju kekamar orang tuanya untuk memberitahukan kabar ini, kedua orang tuannya mengisinkannya, malah kedua orang tua khadijah meminta maaf kepadanya, karena tidak bisa ikut serta bersama sahabat-sahabatnya, karena adiknya aisyah sedang sakit dan sedang dirawat inap dirumah sakit, tapi sebaliknya pula, khadijah yang meinta maaf kepada kedua orang tuannya, karena hari ini dia tidak bisa menjaga dan merawat adiknya swperti hari-hari kemarin.

Indahnya Kegalauan

INDAHNYA KEGALAUAN

                Sore hari yang tak bersahabat, Langit mendung serta tiupan angin yang semberono,seperti inilah yang sedang kurasakan, kata pantun makan kedondong dipinggir danau, sore ini saya sedang galau, wajahku yang ceria menjadi murung , fikiranku tak tak tahu arah kemana, seperti ayu ting-ting yang sedang mencari  alamat, tapi alamat yang ia tuju palsu.
                Lankahan kaki ini tak tahu ingin melngkahkanya kearah mana, kududuk di sebuah tempat yang menurutku tempat ini jarang ini dilewati oleh para mahasiswa dan mahasiswi pada waktu sore hari, eh mala, tiap kali ku termenung dan mengekspresikan tubuhku seindah dan semempesona menurutku,eh tiba-tiba mahasiswa dan mahasiswiterus melewati area itu dan kumerasa dalam benakku mereka memperhatikanku, serta bahkan membuatku kesal saja, tapi Alhamdulillah, aku masih bisa menahan kejengkelanku ini, ketika sekelompok datang dan lewat diarea itu, dengan tingkah laku yang alay serta membaggakan suaranya saja, bagaimana tidak? Mereka tertawa terbahak-bahak seakan-akan dunia ini adalah milik mereka.hati ini berkata diantara mereka pasti ada yang dari kampung dan mungkin saja pula mereka dari kampung, tapi gaya mereka dia ubah dengan gaya kot, dasar gaya sop kotaan saja. Astaqfirullah al-adzim ya allah maafkan hamba ya allah telah mendzalimi mereka karena fikiranku yang tak sehat sore ini. Eh tiba-tiba pula mahasiswa dan mahasiswi s2 dari fakultas sasra keluar dari ruangannya yang berada dibelakangku, eh ternyata diruangan itu masih ada penghuninnya, mereka keluar dengan ekspresi yang berbeda ada yang tertawa terbahak-bahak, membagikan senyuman manisnya dan bercerita dan bergurau dengan temannya mengenai jawaban yang mereka jawab dikertas ujian mereka, ah nyebelin-nyebeli, namun kutetap menahannya, aku yang salah lagi galau kok duduk ditempat umum  kata benakku.
           

Kamis, 01 November 2012

Pantun

Pantun

Kalau ada sumur  di ladang
Bolehlah kita menumpang mandi
Karena salamnya kurang kencang
Saya te ulangi lagi

Jalan-jalan ke paccelang
Jangan lupa ke jembatan cinta
Jangan ngaku lho ganteng
Kalau tak perkasa

Jala-jalan ke kota Balikpapan
Jangan lupa membeli papan
Biar mati di tindis papan
Asal dapat cewek delapan

Janganlah termenung di danau
Nanti terhipnotis bau bengis
Kalau kalian galau
Mending kita menulis

Jalan-jalan ke paccelang
Jangan lupa bawa buncis
Jangan ngaku lho ganteng
Tapa tak dapat menulis

Bulan bintang berkedik
Wajahku berseri-seri
Walaupun tulisanku jelek
Tapi semangatku tetap membara di hati

Jalan-jalan ke pameran
Pada saat sinar rembulan
Kak baji dan kak rahman
Tolong beliin adi terang bulan

Makan mie campur ubi
Oke mi

Daun baying daun kedondodng
Kalau di masak rasanya kecup
Walaupun cintamu kamu pendang
Namun cinta kita tak akan kecup

Kain sutra kain wol
Dua-duanya kain halus
Walaupun kamu besar saya kecil
Tapi kita sama-sama manis

Saya ke pangkep kamu ke pinrang
dua-duanya satu profinsi
Bolehka saya minta tolong
Laptopku kembalikanki

Satu tunas satu benih pisang
Kalau gitu kirimkankan dong

Jalan-jalan ke sengkang
Jangan lupa beli rambutan
Jika ikbal pulang kampong
Wulan pasti kesepian

Satu tunas satu benih pisang
Kalau gitu temanin dong

Sanggara lame sanggara unti
Satu tunas satu benih pisang
Besok saya lari-lari
Kalau gitu temanin dong

Pohon tomat pohon Lombok
Tumbuh subur di pinggir jalan
Si sabar dan si eppi
Lagi belajar cinta-cintaan

Lebah mencari madu
Bunga matahari memiliki madu
Musik teman hidupku
Gitar adalah jantung hatiku

Jalan-jalan ke pameran
Jangan lupa beli balon
Kalau kalian bosan \
Marilah kita main balon-balonan
Janganlah termenung di danau
Nanti terhipnotis bau bengis
Kalau ada kesempatanmu
Nanti sore kita ke danau unhas

Matahari bersembunyi di balik bukit
Bulan bintang berkeditan
Kalau aku sakit
Wualan dan ida berebutan

Jilbab merah jilbab putih
Si wulan wajah kemerah-merahan the

Pohon tomat pohon lombok
Tumbuh subur di pinggir jalan
Si pangeran jutek
Bersemayan di hati wulan

Malam-malam minun kopi
Kalau begitu saya permisi

Pagi-pagi minum energen susu
Si wulan tambah manis tu..

Sayur paria sayur  jumpai
Walaupun pahit kaga apa-apa

Dia makan sate minum es jeruk
Menghilankan panas dalam ditubuhnya
Kalau kak rahman minum es jeruk
Kak baji merasakan kesegarannya

Jalan-jalan ke bali
Jangan lupa membeli jalak bali
Kalau lagi sendiri
Mari kita menari-nari

Ikbal beli sepatu
Ikbal sedang mencari sesuatu

Beli bunga kembang sepatu
Ngapain kamu bertanya begitu
Bunga mawar bunga anggrek
Tapi kamu lebih cantk

Angin brubu angin putting beliung
Berlayar mengelilingi dunia
Walaupun kamu culung
Saya tetap cinta

Panada jalan kote
Enaknya dengan sambal pedas
Gayamu oke
Walaupun wajahmu tidak manis

Janganlah menyentuh bunga putrid malu
Nanti tertusuk dengan durinya
Kalau kamu malu
Bagaimana kalian mendapatkan cintanya

Ke tkoh emas
Beli perhiasan
Kang mas
Ingin melamar dian

Pagi-pagi makan putu
Sambil minum kopi susu
Kakiku menginjak paku a
Seluruh tubuhmu merasakan sakitnya

Pak mamat makan ikan
Selamat merasakan

Makan nasi dengan ikan lele
Uang ta dulu e

Ke pangkep makan coto
Biasamo bro

Daun serei dari gowa
Terimah kasih ya

Naik pete-pete ke karebosi
Beli ikat pinggang
Sekedar informasi
Saya teh masih lajang

Dari segeri ke mandalle
Ca…pe…de…

Makan timun dengan terasi
Kamu pendek sekali

Ada kodok di atas seng
Ma’ngo’I seng

Baju bodoh dengan blangkong
Ma’co’ do’ I seng

Duduk di fakultas ekonomi
Sambil facebookann
Kalau begitu saya permisi
Ke komunitas pantun

Pensil den gan pulpen
 keduanya teh alat tulis
Idha dan wulan
Kedua-duanya the sama-sama manis



















PANTUN TENTANG PENDIDIKAN




Keindahan Malam


KEINDAHAN MALAM
Ketika matahari
Telah meredupkan cahayanya
Malampun datang menyelimuti dunia ini
Dengan selimut kegelapan

Bintang-bintangpun
Mengedip-ngedipkan matanya dengan kilauan cahayanya
Seraya menyamar sebagai sang pujangga
Menggoda para gadis-gadis
Yang telah merindukan pasangan hatinya

Bulanpun
Datang ditengah-tengah mereka
Dengan sinarnya yang begiyu lembut dipandang
 Bumipun berbahagia dengan mereyah-reyahkan
Cinta dan kasih sayang kepada para penghuninnya

Sungguh, maha besar engkau ya allah
Atas segala kebesaran cinta dan kasih sayang
Engkau limpahkan kepada kami
Makhlumu yang penuh dengan noda kemunafikan serta kekafiran.








PUISI TENTANG CINTA

Cinta adalah dorongan pergerakan
Mendorongku lebih semangat hidup
Mendorongku menjadi lebih baik
Mendorongku tuk melangkahkan kakiku ke depan

Cinta adalah penyejuk hati
Penyejuk fikiran
Penyejuk tubuhku
Yang kepanasan digejolakkan oleh api

Cinta adalah penerang
Penerangku dalam bertindak
Penerangku dalam berakhlak
Penerangku dalam kegelapan dalam perjalanan

Cinta adalah kekuatan
Cinta adalah perubahan
Cinta adalah larutan hati
Cinta adalah kemasan di dalam hati

Cinta adalah sebuah benih
Ketika kurasakan cinta
Kulangkahkan jiwaku ini
Mencari sebuah media untuknya

Ketika benih ini telah tumbuh
Benih itu merekahkan akarnya dihatiku
Bunganya merajalelahkan keharumanya
Di aliran darahku

Daun-daunya menjadi obat tradisional
Untuk hatiku yang lembut
Bagaikan kain sutra

Cinta tak mampu aku cabut dari hatiku
Cinta tak mampu aku hilangkan bagaikan barang
Cinta tak mampu aku jauhi
Karena cinta adalah warna-warni
Dalam menjalani kehidupan dunia fana ini

ITULAH CINTA MENURUTKU
BY : IKBAL


PUISI TENTANG IBU
Kutatap wajahmu dari dekat
Ku lihat engkau kenakan baju berwarna putih
Tak sekata pun engkau ucapkan kepadaku
Entah apa yang terjadi denganmu

Kubayangkan sewaktuku kecil
Engkau merawat dan menjagaku
Dengan kasih sayang
Yang tak terhingga

Canda, senyum dan tawamu
Tak pernah reduh di wajahmu
Walaupun engkau telah lemas
Tapi, kamu tak pernah meninggalkanku

Tetapi kini…
Engkau meninggalkanku
Tanpa senyuman kepadaku
Kamu jahat, aku benci kamu ibi 2*

Jiwa dan ragaku ini
Tak berdaya tanpamu
Engkau tinggalkan aku
Sendirian di permukaan bumi ini

Ibu… 3*
Bangunlah bu…, bangun bu…
Apakh engkau tega menyisakku
Tolonglah bu bangunlah, untuk terakhir kalinya

Bukalah matamu bu…
Lihat air mataku membasahi wajahku
Di saat aku sedih hinggaku meneteskan air mata
Engkau menyapuya dengan tangan kasihmu

Ibu……………………
Ya allah…..3*
Bangunkalah ibuku
Tuk terakhir kalinya

Engkau jahat ya allah
Engkau telah mengambil ibuku dariku
Kenapa ya allah
Apakah karena aku tak mampu

Menjadi seorang anak yang baik untuknya
Tak mampu menjaganya
Tak mampu merawatnya
Tapi mengapa kamu tak memberiku kesempatan

Improve
Ikbal kamu harus bangkit
Dari kelemahanmu ini
Kamu masih memilki kesempatan untuk membahagiakan ibu…
Dengan cara engkau harus berbuat baik di dunia ini hingga engkau diambilnya

Siapa kamu ??
Aku ibumu nak, ibu kini bahagia di alamku
Janganlah bersedih
Ibu akan selalu ada bersamamu…

Ibu…, baiklah bu
hidupku aku pergunakan dengan baik
Aku akan berubah
Demi allah, engkau dan sanak saudaraku




ITULAH ISI HATIKU KETIKA IBU TAK ADA DISISIKU
BY : IKBAL ANAKMU YANG TERCINTA



PUISI TENTANG PRESIDEN

Presiden kami…
Engkau adalah seorang pemimpin yang terbaik untuk kami
Kamu tak hanya mengorbankan waktumu kepada keluargamu
Tapi kamu juga mengorbankan tenaga dan fikiranmu untuk kami.. rakyatmu

Tiap hari engkau ke pemerintahan
Engkau selalu berfikir dan berfikir
Bagaimana nasib rakyat-rakyatmu
Apakah mereka mampu…

Mampu memiliki rumah yang layak untuk mereka tinggali
Mampu memenuhi kebutuhan sehari-harinya
Dan…
Apakah mereka mampu menyekolahkan anak-anaknya

Sehingga waktu di dunia ini
Tak akan terasa lenyap dalam kehidupan ini
Kerja kerasmu
Tak akan sia-sia buat kami
Kami akan berjanji dihadapanmu
Bahwa kami akan mewujudkan impian kita bersama
Membangun Negara Indonesia sesuai dengan impian kita bersama

Menjadi Negara yang Berjaya dan sejahtera
Presiden ku…
Tunggulah kami
Mengibarkan bendera kesejahteraan di Negara kita.












PUISI TENTANG DOSEN

Dosenku…
Engkau pembimbing tanpa jasa buat kami
Engkau mengajar kami
Penuh dengan keihlasan dan kesabaran

Hari-harimu
Engkau lalui
Dengan basahan keringat di tubuhmu
Hanya untuk mengajari kami

Engkau tak hanya mengorbankan
Waktumu
Dengan keluarga
Tetapi juga terhadap kami

Walaupun hari-harimu
Penuh dengan permasalahan
Tetapi engkau selalu menutupnya
Di balik senyummu yang engkau tebarkan kepada kami
Terimah kasih
Dosenku…
Semoga allah membalas
Dengan keridhaan-Nya




PUISI TENTANG GURU

Guru…
Engkau adalah pahlawan tanpa jasa
Engkau membimbing kami
Dengan kesabaran serta keikhlasan

Tiap hari
Engkau ke sekolah
Dan membagi waktumu buat keluargamu
Dan buat kami

Walaupun beban yang engkau rasakan
Sangatlah berat bagimu
Tapi engkau tak pernah putus asa
Untuk membimbing kami dengan baik

Guru…
Dengan jasa-jasamu
Yang engkau berikan kepada kami
Sehingga kami berdiri disini atas
Didikanmu kepada kami

Guru…
Hanyalah…
Ribuan do’a dan terimah kasih
Yang mampu kuberikan kepadamu wahai guruku yang tercinta



PUISI UNTUK KEDUA ORANG TUA

Ibu…
Terimah kasih atas jasa-jasamu bu…
Engkau merawat dan menjaga kami
Selama Sembilan bulan di dalam rahinmu

Engkau korbankan waktumu
Hanyalah untuk kami
Engkau mendidik kami
Sejak dini hingga sekarang

Walaupun kami selalu menyakiti hatimu
Dengan kata-kata kasar
Namun kamu tak pernah membenci kami
Tetapi engkau malah semakin menyanuangi kami

Engkau menyekolahkan kami
Walaupun tersa berat , engkau tak pernah memikirkan masalah itu
Tetapi yang hanya kamu fikirkan untuk kami
Hanyalah masa depan kami kelak
Terimah kasih bu…
Tanpamu kami tak akan berdaya
Semoga allah
Selalu memberikanmu yang terbaik

Ayah…
Terimah kasih ayah atas jasa-jasa mu
Tiap hari…
Kamu membanting tulang hanyalah untuk kami

Kamu tak pernah mengenal kata menyerah
Tapi engkau hanya tanamkan difikiranmu
Bahwa istri dan anak-anakmu
Lebih berharga dari apapun

Tubuhmu yang semakin kurus
Kulitmu yang semaki hitam
Engkau tak memperdulikannya
Demi kami berdua

Ku hanya bisa haturkan kata kepadamu
Terimah kasih ayah
Pengorbananmu tak dapat kami balas
Namun kami hanya dapat menjadi anak yang terbaikuntuk ayah

Ibu…
Ayah…
Kami berjanji akan sekolah dengan baik
Dan memberikan yang terbaik untuk kalian.



BY : IKBAL
ANAKMU YANG TERCINTA


Hari yang Indah

HARI YANG TERINDAH  BUAT KAKAK HADA

Matahari  telah pergi menuju kebalik bukit dengan senyuman yang penuh dengan keceriaan, burung-burung berkicau berterbangan kembali kesarangnya, adzan maghribpun berkumandang yang menandakan panggilan cinta dan kasihnya terhadap manusia. Langit yang diselimuti oleh awan yang gelap membuat tak  terpesona dan terasa hambar dipandang mata, sayapun melangkahkan kakiku ke mesjid untuk shalat maghrib berjamaah, langkahan kakiku yang perlahan-lahan tak terasa saya tiba dimesjid, ku menuju ke tempat wudhu, dengan tulus dan ikhlas kuawali ucapanku dengan membaca basmalah, kuberwudhu dengan khusuk untuk mendapatkan keridhaan allah dalam mengerjakan kewajibanku ini selaku hambanya, hamba yang berlumuran dosa, akhirnya sayapun selesai dan membaca do’a sesudah berwudhu.
Ketika kuberjalan menuju kemesjid, tiba-tiba mata ini melihat sosok dua perempuan yang mirip dengan kedua kakak angkatku yang sedang turun dari motornya, wajah ini nampak berseri melihat kedua kakakku, kupanggil mereka sambil menebarkan senyuman manisku, iapun membalas panggilan dengan senyuman manis pula, kuhampiri mereka dan kusapamereka dengan menebut nama mereka dengn nda lantunan yang indah dan merdu kak hada dan kak sita udah lama kita tidak ketemu, tapi, mereka tidak menjawab pertayaanku, eh, ternyata kak hada sedang asyik memandangi hadiahnya, dia berkata hari ini ahari burungku saya tidak mengerti dan tidak tau makna harti burung tersebut, akhirnya kak sita yang memberitahukanku bahwa ini adalah hari ualang tahunnya, kuucapkan slamat kepda kak hada, thanks ya dek jawabnya kepadaku dengan senyuman yang begitu manis dan mendalam bagiku. Kak hada dengan kak sita duduk ditangga teras mesjid dan menatapku dengan wajah yang berseri, kemudian kak hada berkata dek minta tolong kakak sangat haus, tolong dek ikbal ambilkan kami air dua gelas disekret pintanya kepadaku dengan ramah, iya kak tunggu jawabku kepadanya, kuberlari disamping mesjid menuju secret, kuketup pintusekret sambil kuucapkan salam namun tak ada yang menjawab salamku, kumengintip disela-sela pintu, ternyata diruangan itu tak ada orang, akhirnya kukedepan, saya sangat kaget ketika saya sampai tiba-tiba ku melihat kak musa yang sedang berdiri ditiang mesjid, kuhembuskan nafasku dengan pelan-pelan, kemudian kuberkata kepada kak musa, ka, kak hada dan kak sita ingin minum kak, dia memintaku untuk mengambilkannya di secret kak, iya pun menjawab, sebentar saja dek, sudah shalat saja, kemudian kakak ambilkan, baiklah kak jawabku kepadannya dengan rendah hati, akhirnya kumenuju ke kak hada dan kak sita yang sedang menanti kedatanganku untuk membawakannya air minum, kak hada dan kak sita kata kak musa sudah shalat saja, kemudian saya mengambilkan kakak air. Iya tidak apa-apa dek. Saya pun melangkahkan kaki ini masuk ke mesjid sambil menanti iqamah dikumandangkan, akhirnya iqamahpun dikumandangkan, saya dan para jamaah lainnya mengatur dzat-dzat kami dan mendirikan shalat maghrib.
Suara-suara merdu terhampar diruangan mesjid, menggetarkan hati dan menyejukkan fikiran, yang terlanturkan pada bibir manis dari para saudara-saudar kita seiman, sesudah shalat kak musa ke secret, akupun menyelesaikan tugasku terlebih dahulu sabagai hamba-nya. Akhirnya aku bangkit dari tempat dudukku kemudian kupercepat langkahan kakiku menuju ke secret, kuketuk-ketuk pintu secret sambil kuucapkan salam,kemudian kak musa menjawab salamku waalaikumussalam jawabnya sambil membuka pintu, selanjutnya kak musa mengambil air yang telah ia sediakan disebuah botol, akhirnya ia memberikan botol yang telah terisi air minum tersebut kepadaku, terimah kasih ya kak, iye sama-sam dek. Sayapun menuju ke kak hada dan kak sita, akupun datang dan melihat mereka sedang berfoto-foto dengan kado yang diberikan oleh kak sita, assalamu alikum ini kak air minumnya, kemudian kak hada dan kak sita meminum air tersebut dengan lahapnya. Selanjutnya kak hada membuka kado yang diberikan oeh sahabat dekatnya dia adalah kak sita, saya hanya memandangi diatas motor kak hada, mereka sngat akrab, keceriaan diwajahnya sangatlah tertampak pada senyumannya yang manis, akhirnya kak hada selesai juga membuka kado tersebut dan melihat isi dari kado tersebut pula, isi dari kado tersebut sebuah kalam cinta dari allah yakni al qur’an kak hada sangat bahagia dengan kado yang diberikan oleh kak sita. Didalam al quran iitu terselit sebuah kertas dan kertas tersebut terdapat tulisan pena, selanjutnya kak hada membuka kertas itu dan membaca dari tulisan pena it, kak hada sangat senang dan bahagia dengan membaca isi dari kertas tersebut, itu terbukti dari senyumannya yang manis serta tawanya yang terselit-selit.akhirnaya kak hada hanya dapat mengatakan hari ini adalah hari yang terindah untukku yang tak akan perbah terlupakandalam hidupku hingga terpisahnya jiwa dan ragaku.
Tiba-tiba kakmusa datang menghampiri kami, dan menuju kehadapan kak hada, kemudian kak hada memintanya tuk membaca kertas tersebut, selanjutanya kak musa pun membaca kertas tersebut diata atap tempat air wudhu kamipun mengejeknya dengan kata banyak tingkah yang aneh, akhirnya kak musa selesai membaca kisi dari kertas tersebu dan memberikannya kepada kak hada,, dan ia pun kembali kesekret dengan membawa kembali botol minumannya.
Dan akhirnya kak hada dan kak sita pun ingin pulang, dan saya berdiri dan memandangi mereka berdua dengan kuterbarkan senyuman manisku serta wajah polos begitupun dengan mereka.