Kamis, 08 November 2012

Indahnya Kegalauan

INDAHNYA KEGALAUAN

                Sore hari yang tak bersahabat, Langit mendung serta tiupan angin yang semberono,seperti inilah yang sedang kurasakan, kata pantun makan kedondong dipinggir danau, sore ini saya sedang galau, wajahku yang ceria menjadi murung , fikiranku tak tak tahu arah kemana, seperti ayu ting-ting yang sedang mencari  alamat, tapi alamat yang ia tuju palsu.
                Lankahan kaki ini tak tahu ingin melngkahkanya kearah mana, kududuk di sebuah tempat yang menurutku tempat ini jarang ini dilewati oleh para mahasiswa dan mahasiswi pada waktu sore hari, eh mala, tiap kali ku termenung dan mengekspresikan tubuhku seindah dan semempesona menurutku,eh tiba-tiba mahasiswa dan mahasiswiterus melewati area itu dan kumerasa dalam benakku mereka memperhatikanku, serta bahkan membuatku kesal saja, tapi Alhamdulillah, aku masih bisa menahan kejengkelanku ini, ketika sekelompok datang dan lewat diarea itu, dengan tingkah laku yang alay serta membaggakan suaranya saja, bagaimana tidak? Mereka tertawa terbahak-bahak seakan-akan dunia ini adalah milik mereka.hati ini berkata diantara mereka pasti ada yang dari kampung dan mungkin saja pula mereka dari kampung, tapi gaya mereka dia ubah dengan gaya kot, dasar gaya sop kotaan saja. Astaqfirullah al-adzim ya allah maafkan hamba ya allah telah mendzalimi mereka karena fikiranku yang tak sehat sore ini. Eh tiba-tiba pula mahasiswa dan mahasiswi s2 dari fakultas sasra keluar dari ruangannya yang berada dibelakangku, eh ternyata diruangan itu masih ada penghuninnya, mereka keluar dengan ekspresi yang berbeda ada yang tertawa terbahak-bahak, membagikan senyuman manisnya dan bercerita dan bergurau dengan temannya mengenai jawaban yang mereka jawab dikertas ujian mereka, ah nyebelin-nyebeli, namun kutetap menahannya, aku yang salah lagi galau kok duduk ditempat umum  kata benakku.
           
Akhirnya kaki ini, kembali melangkahkankan, seperti tadi entah kemana? Hingga mata indah ini melihat sebuah tempat duduk yang mungil yang terbuat dari semen dan batu bata yang dibentuk persegi panjang dengan ukuran 1 m*30 cm, yang terletak dibawah pohon yang rindang. Kududuk ditempat itu, kemudian mata indah ini melihat kearah sekelilingku, kumelihat seorang muslimah yang sedang duduk berduaan yang sedang asyik bergurau dan bercanda dan sesekali mereka serius kuterheran-heran dengan pembicaraan mereka, sedankan dibangku diseblahku, kumelihat seorang gadis yang tinggi dan kurus dengan rambut yang lurus sedang duduk sendiri seperti denganku, tapi dia berbeda denganku rauk wajahnya begitu berseri dan penuh dengan kebahagiaan dan kesenangan yang terpancar dimatanya, oh ternyata ia sedang ditemani oleh ipecnya, dengan ipecnya itu ia dapat menghibur dirinya sendiri dengan menyaksikkan sesuatu yang bisa menyenankan dan menghibur dirinnya, tapi walaupun sore ini aku galau tapi hariku ini terkesan dan terindah dengan adanya gadis manis itu serta para kupu-kupu dan capung yang berterbangan disekelilingku, seakan-akan mereka mengetahui sore ini saya sedang galau.

0 komen choii:

Posting Komentar