Rabu, 28 November 2012

Ulat Menjadi Kupu-Kupu

ULAT MENJADI KUPU-KUPU

            Angin berhembus dengan lembut selembut sutra yang terurai di tubuh sang Punjabi di saat fajar telah menyapa dengan  cahaya gemerlapnya yang mempesona dan menyejukkan hati . dring….ring…ring, suara bunyi alarm handphone terdengar keras ditelinga sang ibu, aliah-aliah bunyi alarmnya begitu keras tapi dia masih tertidur lelap kata ibunya sambil berjalan menuju kekamar aliah, kemudian iapun membangunkan aliah, nak bangun… bangun… bangun….ada apa mami kenapa aliah dibangunkan tanya aliah dengan gaya ngantuk, kenapa? Ibu yang seharusnya bertanya denganmu kenapa kamu mengaktifkan alarmmu begitu keras dan sepagi ini Tanya ibu ayu dengan keheranan, astaga saya lupa mami hari ini aku janjian dengan ikhsan untuk olahraga pagi di kebun  the, kalau begitu aliah pergi dulu ya bu, eh-eh atur dulu gayamu, dan gantilah pakaianmu itu kata ibunya. Aliahpun mengganti pakaiannya dan membersihkan tubuhnya kemudian menuju kerumah ikhsan
            Burung-burung terbang sambil berkicau-kicau seakan-akan ia bernyanyi untuk ikhsan dan aliah yang sedang lari-lari pagi dikebun the, ikhsan maafya saya telat datang tak sesuai dengan perjanjian kita, tidak apa-apa yang terpentingkan kamu datang, a…… teriak aliah, kenapa liah, ih ada tikus mati ni ikhsan, ih ikshan, kamu tidak jijik ya, kalau saya jijik berarti  saya cowok yang lemah aliah, dasar cowok so’ jagoan, dasar cewek manja, tunggn dulu ya aliah saya kubur dulu diarea kebun diseblah timur sana, ya ikhsan. Aliah pun memandangi langit yang biru serta menikmati tamparan hembusan angin, aha…ha …ha, kamu tu yaa ikhsan udah so’jagoan so’ jail lagi, begitu saja marah, emangnya semua cewek itu sensitive yaa, ih dasar cowok nyebelin, walau nyebelin kamu tetap lengket denganku, ih dasar so’geer lagi, aliah matahari udah terbit setinggi jengkal, kalau begitu kita berpisah disini saja ya aliah karena, saya ingin mencari kayu bakar di hutan serta mengambil air disungai, tidak apa-apa ikhsan terimah kasih udah mau temanin aku olahraga pagi dan setia menugguku karena gue telat bangun, iya sama-sama aliah, kalau begitu saya permisi dulu, assalam, iya jawab aliah sambil tersenyum kepada ikhsan.
           
Aliah berjalan menuju kerumahnya dijamu oleh para tumbuhan-tumbuhan serta  kupu-kupu yang berterbangan diatas tanaman-tanaman bunga yang baru saja mekar. Mami, papi selamat pagi, pagi juga nak, nak kamu darimana? Aliah dari olahraga pagi papi dengan ikhsan, papi hanya memberikan saran kepadamu, kamu dan ikhsan itu berbeda agama, jadi papi harap kamu tidak berlebihan dalam bergaul dengan nak ikhsan karena itu dapat mengakibatkan konflik antar agama kita, ya papi, aliah mengerti apa yang dimaksudkan papi, aliah akan menjaga nama baik keluarga serta agama kita papi, terutama ikhsan dia pemuda yang baik dan tidak membedakanku dengan wanita muslim lainnya dan satu hal lagi dia tetap menjaga pergaulan kami dengan syariatnya, iya papi percaya denganmu, aliah tolong bantuin ibu di dapur nak, baiklah bu. Aliah dan ibunya sedang asyik memasak di dapur sedangkan ayahnya sedang serius menonton berita diruang tamu.
            Mentari telah menyapa dengan senyuman manisnya dan penuh dengan keceriaan, aliah sedang duduk ditaman tiba-tiba ayu datang menghampirinya, tanpa sekatapun ia langsung menampar aliah dan berkata dasar wanita tidak tau malu, kamu itu bukan wanita muslim dan kamu dekati ikhsan  tidak hanya itu kamu menggodainya dengan kecantikanmu itu dan, kamu tau ikhsan itu adalah laki-laki muslim yang sangat mencintai agamanya sedangkan kamu itu adalah golongan orang kafir, aliahpun berdiri dan berbicara dengan ramah terhadap ayu , maaf ayu saya dan ikhsan, kami hanya bersahabat, kami bergaul sesuai dengan syariat agama kalian, saya meminta maaf ayu, jika itu membuatmu marah kepadaku, dan tolong jangan berkata seperti itu bahwa keluargaku adalah orang-orang kafir, sekali lagi apapun hubunganmu dengan ikhsan jangan dekatin dia, dan memang kamu itu adalah golongan orang kafir agama kamilah yang di ridhai oleh tuhan bukan agamamu, mendengar perkataan ayu hati aliah begitu sakit terasa seperti teriris silet, hingga membuatnya meneteskan aira mata, tiba-tiba ikhsan lewat dari taman dia sedang membawa air dan juga kayu bakar dan dia tengok keseblah tangan dan melihat ayu dan aliah di bawah pohon beringin yang ada ditengah area taman, dia menaru kayu bakar dan airnya disamping tanaman dan menuju kearah ayu dan aliah, ketika ia masuk kedalam taman dari jarak jauh ia melihat aliah sedang menangis dihadapan, ayu dan aliah tidak mengetahui keberadaan ikhsan ditaman, ayupun mengulangi perkataanya kembali aliah ingat jangan engkau dekati ikhsan kamu itu adalah golongan orang kafir dengan suara yang lantang, ikhsan sangat tak menyangka ayu berkata seperti itu kepada aliah  ikhsan pun mempercepat langkahan kakinya, ayu… teriak ikhsan, ayu kaget dengan kedatangan ikhsan, ayu tak tau lagi apa yang dia ingin katakana tubuhnya gemetar mata idahnya terlihat ketakutan, ayu apa yang telah engkau ucapkan itu keterlaluan, kamu dan aliah itu sama-sama wanita, dan kamu tau perasaan wanita itu bagaimana dan satu hal lagi kita dan aliah itu memang beda agama, tapi tuhan kita tidak melarang kita bergaul dengan beda agama, bahkan kita diwajibkan untuk mengikat silaturahim terhadap sesama kita dan saling menyanyangi, ayu ikhsan saya permisi dulu, ikhsan memegan tangan aliah dan berkata jangan pergi aliah masalahmu dengan ayu harus diselesaikan, baiklah, ayu saya harap kamu ingin meminta maaf kepada aliah, tiba-tiba angin berhembus dan fikiran ayu teringat dengan kata terakhir almarhum ayahnya putriku jika bapak tiada kumemohon kepadamu jadilah putriku yang shaleha yang selalu memegang syariat ajaran kita dan berbakti kepada ibumu dan sayangilah teman-temanmu, karena jika kamu berbuat yang jahat kepada orang-orang disektarmu maka kamu akan merasa kesepian karena cinta tak ada dalam hidupmu. Ayupun sadar dan langsung mengucapkan kata ampunan kepada tuhannya dan memandang wajah aliah dengan pandangan wajah yang berseri, aliah maafkan aku, tadi saya khilaf, saya tidak pernah merencanakan bahwa aku bertindak seperti itu kepadamu, sebenaenya saya iri kepdamu wlaupun kamu bukan wanita muslim spertiku, tapi hatimu begitu lembut dan baik hati, dan itulah sebabnya ikhsan sangat akrab denganmu dibangdingkan dengan saya, ayu tidak apa-apa, terpenting kamu sudah baik dengankku itu adalah hal yang berharga bagiku, terimah kasih ban yak aliah, ayu dan aliahpun saling berpelukan dan ikhsan sangat melihat mereka berdua baikan seperti itu, hingga akhirnya aliah, ayu dan ikhsan menjalin ikatan dalam ikatan persahabatan.

0 komen choii:

Posting Komentar