Kamis, 01 November 2012

Keluargaku Kekasih Allah


KELUARAGAKU KEKASIH ALLAH
Di sebuah desa, desa ini diberi nama sebagai desa amanatullah, di karenakan penduduk disini sangat memegang teguh syariat islam serta hukum adat yang berlaku di desa tersebut. Di desa ini dipimpin oleh seseorang yang sangat mengetahui banyak tentang syariat islam atau biasa dipanggil sebagai kiai dan juga ustads, pak kiai tersebut bernama pak Akram yang telah berusia 55 tahun, diapun masih didampingi oleh sang istrinya, istrinya bernama ibu Azizah, mereka berduapun dikaruniakan dua orang anak perempuan dari allah swt, mereka sangat bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepadanya. Mereka berdua merawat dan menjaganya dengan kasih sayang yang tulus kepada mereka berdua, waktu pun berputar dan berputar, anak pertamanya yang ia beri nama Wulandari, kini telah tumbuh menjadi sosok seorang gadis yang cantik serta memiliki akhlak yang  kharimah serta tumbuh menjadi seorang gadis yang anggun dan lugu, begitupun dengan anak perempuannya yang kedua, yang mereka beri nama Ummu, yang kini juga telah tumbuh menjadi seorang gadis yang memiliki akhlakul kharimah, namun perbedaanya dari anak pertamanya terdapat dari pola pikir mereka, Wulandari anaknya yang pertama kini telah memasuki masa kedewasaan, dimana dimasa ini, sudah pemikiran-pemikiran yang mengarah ke masa depan baik itu karir maupun dan terutama menjadi seorang istri, sedangkan Ummu masih memasuki masa remaja, dimana seorang anak yang mengiginkan curahan cinta dan kasih sayang dibutuhkan olehnya sampai menuju ke masa kedewasaan.
Sepertiga malam pak Akram bangun dari tidurnya, kemudian membangunkan istrinnya dan kedua putrinnya dan melaksanakan shalat sunnah tahajjud serta melanjutkan shalat sunnah witir, setelah mereka shalat, mereka bersama-sama mengaji, tak terasa adzan shubuh pun berkumandang di desa amantullah ini, keluarga pak Akram pergi bersama-sama menuju ke mesjid untuk melaksanakan salah satu kewajibannya yakni shalat shubuh,  begitu pula dengan anggota masyarakat yang tinggal di desa  ini.
Matahari pun terbit di balik bukit di sebelah timur sana, burung-burung terbang bersama-sama sambil berkicau-kicau, sedangkan para tumbuhan meregankan seluruh tubuhnya, serta para hewan pun berolahraga di pagi hari itu. Wulandari dan Ummu bersama-sama membersihkan tempat tidurnya, ketika Wulandari membuka gorden jendelanya sinar matahari masuk kedalam ruangan kamarnya menerangi seluruh ruangan kamar ini, Wulandari pun termenung sejenak dan bercakap di dalam hatinya “ ya allah sunguh maha besar engkau ya allah, karena dengan kebesaranmulah serta kasih sayangmu, engkau menciptakan seluruh makhluk yang ada di permukaan bumi ini dan engkau menciptakan matahari sebagai penerang didalam kehidupan kami, terimah kasih ya allah, ” kak, lagi ngapain kak, kata Ummu, kakak hanya memanjatkan kata syukur kepada allah dek,  maksudnya kak, lihatlah sinar matahari ini dek yang menyinari seluruh ruangan ini dengan meneteskan air matanya, allah dek sangat sayang kepada seluruh makhluknya yang tak henti-hentinya dia beirkan kepada kita, makna dari sinar matahari ini dek adalah bukti kasih sayang allah kepada kita dek, kak, saya sangat bangga memiliki kakak sepertimu, kakak tak hanya cantik di luar ( fisik ) tetapi juga cantik didalam ( hati ), terutama kakak sangat mencintai allah,  dengan nada suara yang pelan serta meneteskan air matanya dan berkata kepada adiknya “ dek, kita diciptkan di dunia ini, hanyalah sementara, dan sebenarnya dek kehidupan kita adalah kehidupan akhirat, jadi kita hanya sekedar menumpang di dunia ini untuk mencari bekal untuk mendapat keridhaan allah swt kelak di kehidupan akhirat dek.” Kakak, kamu tidak hanya sebagai kakak di dalam kehidupan ini, tetapi juga sebagai obat bius bagi hati ini, karena dengan kata-katamu yang menyentuh hatiku, itu semua dapat terjadi dengan kebesaran cinta tulus kakak kepada allah, jadi adikku ini tidak boleh nakal ya, jadilah adikku yang baik terhadap sesama manusia, serta makhluk ciptaanya yang ada di dunia, ia kak, adikmu juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencintainya diatas segala-galanya, dengan hati yang gembira serta kekuatan kasih sayang mereka berdua saling berpelukan serta sama-sama meneteskan air mata, ibunya pun menuju ke kamar putrid-putrinya, tanpa mengucapkan salam sebelum masuk kedalam kamar putrid-putrinya, dia melihat kedua anaknya saling berpelukan serta melihat tetesan air mata kedua putrinya membasahi wajahnya, ibnya pun melangkahkan kakinya menuju ke putri-putrinya, kedua putrinya pun melihat sang ibu yang sedang berdiri di depannya, merekapun melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang membasahi wajah mereka, nak, lagi ngapain, kenapa kalian berdua berpelukan sampai-sampai kalian meneteskan air matamu sehingga membasahi wajahmu, khadijah pun memjawab pertanyaan yang di ajukan oleh sang ibu, begini bu, khadijah hanya menjelaskan kepada adikku ini mengenai, betapa besarnya kasih sayang yang ia limpahkan kepada kita dalam memjalani kehidupan di dunia fana ini, sehingga adik tersentuh apa yang ku katakan kepadanya. Alhamdulillah ibu sangat bersyukur dikarunia putri yang tidak hanya cantik tapi juga  sangat cinta kepada allah swt. Kemari nak, ibu sudah lama tidak merasakan pelukan kalian, ibu ingin memelukmu, kedua putrinya menghampiri ibunya yang telah menanti pelukannya, mereka pun berpelukan dengan hati yang tulus dan ikhlas. Nak, mari kita ke dapur untuk menyiapkan makan pagi yang special buat ayahmu, cepat bu, kata Ummu dengan lantang dan penuh semangat, mereka bertiga pun bergegas ke dapur dan berdiskusi mengenai masakan special yang ingin diberikan kepada pak Akram, nah, Ummu punya ide ni bu, bagaimana kalau kita  masakkan ayah adalah sayur tumis kemudian di campur dengan kacang, terasi dan Lombok, sedangkan lauknya kita buatkn tempe kripik kemudian di buatkan sambal yang campuranya Lombok tumis dan juga jeruk purung, uh.. pasti ayah ketagihan dan semangat makan, ide yang bagus dek, kata dijah, bagaimana ide ini diterima atau tidak bu, masya allah, isyah memang benar-benar pintar kalau urusan makan-makanan, ibu tidak usah memuji begitu bu…, kak, kalau kakak idenya apa ???, kalau kakak, bagaimana kalau kita buatkan bapak gorengan pisang serta pisang pepet sekalian kita bagikan kepada tetangga?! Ummu, sangat setuju dengan usulan kakak, bu, bagaimana bu usulan kakak diterimahkan bu ? masya allah kedua putri ibu sangat cerdas dan juga memperhatikan kehidupan orang-orang yang  stratanya yang rendah.
Mereka pun bergegas untuk menyiapkan peralatan, perlengkapan serta bahan-bahan yang di butuhkan, serta membagi tugasnya masing-masing, Wulan mengupas kulit pisang serta membentuk pisang tersebut sesuai dengan yang direncanakannya, kemudian Ummu sedang memotong –motong tempe serta sayur-sayuran yang dibutuhkanya, sedangkan ibunya menumbuk kacang, Lombok kecil serta rempah-rempah yang dibutuhkan untuk menumis sayur tersebut, sekitar 30 menit kemudian pekerjaannya masing-masing sudah selesai, akhirnya mereka memasak serta menggoreng, suasana yang begitu sejuk membuat mereka semangat, kebahagiaan, tawa, canda terhampar di ruangan ini. Akhirnya masakan special  untuk pak Akram telah selesai, tinggal dinikmati oleh pak Akram, sekitar 15 menit kemudian, didepan teras terdengar suara pak Akram yang sedang mengucapkan salam “ assalamu alaikum bu “ salam pak Akram ia ulangi tiga kali, namun salamnya tak seorangpun yang menjawabnya, Pak Akram pun melangkahkan kakinya  masuk kerumahnya, dan memandang kearah kanan dan kiri, tapi sangat sepi, tak ada suara-suara keberadaan bahwa keluarganya berada di rumah, sehingga dia menyimpulkan bahwa tak ada orang-orang dirumahnya, kemudian dia menuju ke ruang makan, beberapa langkah lagi dia sudah sampai di ruang makan, istri dan juga anak-anaknya telah menghidangkan sarapan di meja makan, mereka bertiga berdiri di depan meja, langkahan kaki kanan pak Akram telah masuk di ruang makan, teriakan sang istri dan anak-anaknya mengagetkannya, mereka bertiga pun menyambut pak Akram dengan senyuman yang ceria, pak Akram pun menuju ke istrinya dan kedua putrid-putrinya, yang sudah lama menunggu kedatangannya, ibu azizah dan juga kedua putrinya Wulandari dan Ummu menyambut kedatangan pak Akram dengan raut wajah yang berseri-seri, ibu azizah menyapanya dengan nada suara yang  begitu merdu, ayah ayah ayah…, diapun meenyiapkan kursi untuk pak Akram, pendengaran serta penglihatannya tak pernah terbayangkang difikirannya tentang sang istrinya, karena selama ia berumah tangga ibu azizah tak perna  semesra ini, entah kenapa sang istrinya melakukan semua ini kepadanya. Ayah lagi memikirkan apa, kata ibu azizah, ayah hanya terkejut dengan semua ini, kemari pak, kita makan bersama, dengan penuh semangat, Ummu spontan mengulangi perkataan ibundannya, iya bu, nak, pak Akram pun menuju kesana, ayah duduk disini, ibu sudah siapkan tempat untukmu, Wulandari serta adiknya Ummu tersenyum lebar melihat kemesraan kedua orang tuannya, cie-cie ibu dan ayah sudah lupa atas keberadaan kami berdua di tempat ini sahut putrid-putrinya kepadanya, mereka berdua pun melotopi kedua putrinnya dengan raut wajah yang penuh dengan kebahagiaan, kemari nak, sahut ayahnya, pasti kalian ya membuat kejutan ini kepada ayah, bukan pak, tapi ini murni dari pemikiran ibu, sahut kedua putrinya, pak arkan pun memandang wajah ibu azizah sehingga membuat ibu azizah jadi malu dan menundukkan wajahnya, kemudian pak Akram menghelai kepala ibu azizah dan berkata, ibu… terimah kasih atas kesetiaanmu  kepadaku serta cinta dan kasih sayang tulusmu padaku, ibu azizah pun menaikkan wajahnya degan senyum yang lebar ia tebarkan kepada sang suami, dan berkata kepada suaminya, ayah, tidak usah berkata seperti itu, karena ini sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang istri, selain itu ibu juga sangat menyanyangi ayah, apalagi sekarang kita tidak berdua menjalani kehidupan di dunia ini, tetapi kita telah di karuniakan oleh allah swt
dua orang putri yang cantik-cantik serta berbakti kepada kita yah, iya, perkataan ibu benar, sekarang tugas kita memberikan curahan kasih sayang serta nasehat-nasehat kepada putrid-putri kita, agar mereka mampu menjalani seluk beluk di dunia fana ini, mereka berdua pun memandang kearah kedua anaknya dengan senyuman yang tulus terhadapnya, kedua putrinya pun memandang kedua orang tuanya dengan pandangan yang sama, kedua orang tuanya memanggilnya untuk mendekat kepadanya, kedua anaknya pun meghampiri kedua orang tuanya, nak, jadilah seorang hamba yang takut kepada allah serta menjadi anggota masyarakat yang menghargai serta sopan santun terhadap anggota masyarakat desa ini, janganlah memandang jabatan ayahmu di desa ini, tapi berpegang teguhlah kepada ajaran allah yaitu al qur’an dan al hadist, karena hanya kedua inilah yang menjadi pedoman kita dalam melakukan sesuatu di dunia ini, perkataan ayahnya kepadanya. Suasana yang begitu menyejukkan hati mereka seakan-akan  mereka berada di padang rumput yang luas dan menghirup udara yang segar serta merasakan kesegaran angin yang tertiup dari sebelah barat.  Bu, nak, kemari, sahut pak Akram kepada mereka, mereka bertiga pun mendekat kepada pak Akram, “pak Akram berkata kepada mereka, bu nak, saya kangen dengan pelukan kalian” mereka pun mendekat ke pak Akram dan merekapun berpelukan, kebahagiaan kita tak dapat di beli dengan apapun, tetapi kebahagiaan kita akan selama-lamanya akan kekal tidak hanya di dunia, tetapi juga di kehidupan akhirat, “ sahut pak Akram, kepada mereka” Ummu pun melepaskan tangan kedua orang tuanya dan juga kakaknya, eh ayah, ibu dan kakak, marilah kita makan, perut Ummu udah bunyi-bunyi ni…, yah, kami menyiapkan makanan spe…cial  untukmu, khadijah pun membuka penutup makanan tersebut, Alhamdulillah, makanan ini adalah makanan kesukaan ayah, waktu nenek kalian masih hidup, nenek kalian sangat sayang sama ayah, jadi ketika kakek kalian mendapat rejeki, nenek kalian membuatkan masakan ini, karena ketika pertama kali nenekmu membuat masakan ini, ayah semangat sekali makan masakan ini, sahut pak Akram kepada keluarganya. Istri pak Akram  ibu azizah mengambilkan piring  untuk pak Akram, kedua putrinya pun duduk di tempat yang mereka inginkan masing-masing, sebelum kita makan ayah memimpin membaca do’a sebelum kita nikmati  makanan yang dihadapan kita, supaya kita semua tak lupa mensyukuri atas berkah yang diberikan kepada kita. Sesudah mereka berdo’a, mereka makan bersama-sama. Kebahagiaan adalah sebuah anugrah dari allah swt allah, kepada hamba yang menaati semua peraturannya dalam menjalani kehidupan dunia ini, keluarga tak dapat di tukar dengan apapun, karena keluarga merupakan anugrah yang terindah di dunia ini.









0 komen choii:

Posting Komentar