KELUARAGAKU KEKASIH ALLAH
Di
sebuah desa, desa ini diberi nama sebagai desa amanatullah, di karenakan
penduduk disini sangat memegang teguh syariat islam serta hukum adat yang
berlaku di desa tersebut. Di desa ini dipimpin oleh seseorang yang sangat
mengetahui banyak tentang syariat islam atau biasa dipanggil sebagai kiai dan
juga ustads, pak kiai tersebut bernama pak Akram yang telah berusia 55 tahun,
diapun masih didampingi oleh sang istrinya, istrinya bernama ibu Azizah, mereka
berduapun dikaruniakan dua orang anak perempuan dari allah swt, mereka sangat
bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepadanya. Mereka berdua merawat dan
menjaganya dengan kasih sayang yang tulus kepada mereka berdua, waktu pun
berputar dan berputar, anak pertamanya yang ia beri nama Wulandari, kini telah
tumbuh menjadi sosok seorang gadis yang cantik serta memiliki akhlak yang kharimah serta tumbuh menjadi seorang gadis
yang anggun dan lugu, begitupun dengan anak perempuannya yang kedua, yang
mereka beri nama Ummu, yang kini juga telah tumbuh menjadi seorang gadis yang
memiliki akhlakul kharimah, namun perbedaanya dari anak pertamanya terdapat
dari pola pikir mereka, Wulandari anaknya yang pertama kini telah memasuki masa
kedewasaan, dimana dimasa ini, sudah pemikiran-pemikiran yang mengarah ke masa
depan baik itu karir maupun dan terutama menjadi seorang istri, sedangkan Ummu
masih memasuki masa remaja, dimana seorang anak yang mengiginkan curahan cinta
dan kasih sayang dibutuhkan olehnya sampai menuju ke masa kedewasaan.
Sepertiga
malam pak Akram bangun dari tidurnya, kemudian membangunkan istrinnya dan kedua
putrinnya dan melaksanakan shalat sunnah tahajjud serta melanjutkan shalat
sunnah witir, setelah mereka shalat, mereka bersama-sama mengaji, tak terasa
adzan shubuh pun berkumandang di desa amantullah ini, keluarga pak Akram pergi
bersama-sama menuju ke mesjid untuk melaksanakan salah satu kewajibannya yakni
shalat shubuh, begitu pula dengan
anggota masyarakat yang tinggal di desa ini.
Matahari
pun terbit di balik bukit di sebelah timur sana, burung-burung terbang bersama-sama
sambil berkicau-kicau, sedangkan para tumbuhan meregankan seluruh tubuhnya,
serta para hewan pun berolahraga di pagi hari itu. Wulandari dan Ummu
bersama-sama membersihkan tempat tidurnya, ketika Wulandari membuka gorden
jendelanya sinar matahari masuk kedalam ruangan kamarnya menerangi seluruh
ruangan kamar ini, Wulandari pun termenung sejenak dan bercakap di dalam
hatinya “ ya allah sunguh maha besar engkau ya allah, karena dengan
kebesaranmulah serta kasih sayangmu, engkau menciptakan seluruh makhluk yang
ada di permukaan bumi ini dan engkau menciptakan matahari sebagai penerang
didalam kehidupan kami, terimah kasih ya allah, ” kak, lagi ngapain kak, kata
Ummu, kakak hanya memanjatkan kata syukur kepada allah dek, maksudnya kak, lihatlah sinar matahari ini
dek yang menyinari seluruh ruangan ini dengan meneteskan air matanya, allah dek
sangat sayang kepada seluruh makhluknya yang tak henti-hentinya dia beirkan
kepada kita, makna dari sinar matahari ini dek adalah bukti kasih sayang allah
kepada kita dek, kak, saya sangat bangga memiliki kakak sepertimu, kakak tak
hanya cantik di luar ( fisik ) tetapi juga cantik didalam ( hati ), terutama
kakak sangat mencintai allah, dengan
nada suara yang pelan serta meneteskan air matanya dan berkata kepada adiknya “
dek, kita diciptkan di dunia ini, hanyalah sementara, dan sebenarnya dek
kehidupan kita adalah kehidupan akhirat, jadi kita hanya sekedar menumpang di
dunia ini untuk mencari bekal untuk mendapat keridhaan allah swt kelak di
kehidupan akhirat dek.” Kakak, kamu tidak hanya sebagai kakak di dalam
kehidupan ini, tetapi juga sebagai obat bius bagi hati ini, karena dengan
kata-katamu yang menyentuh hatiku, itu semua dapat terjadi dengan kebesaran
cinta tulus kakak kepada allah, jadi adikku ini tidak boleh nakal ya, jadilah
adikku yang baik terhadap sesama manusia, serta makhluk ciptaanya yang ada di
dunia, ia kak, adikmu juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencintainya
diatas segala-galanya, dengan hati yang gembira serta kekuatan kasih sayang
mereka berdua saling berpelukan serta sama-sama meneteskan air mata, ibunya pun
menuju ke kamar putrid-putrinya, tanpa mengucapkan salam sebelum masuk kedalam
kamar putrid-putrinya, dia melihat kedua anaknya saling berpelukan serta melihat
tetesan air mata kedua putrinya membasahi wajahnya, ibnya pun melangkahkan
kakinya menuju ke putri-putrinya, kedua putrinya pun melihat sang ibu yang
sedang berdiri di depannya, merekapun melepaskan pelukannya dan menghapus air
mata yang membasahi wajah mereka, nak, lagi ngapain, kenapa kalian berdua
berpelukan sampai-sampai kalian meneteskan air matamu sehingga membasahi
wajahmu, khadijah pun memjawab pertanyaan yang di ajukan oleh sang ibu, begini
bu, khadijah hanya menjelaskan kepada adikku ini mengenai, betapa besarnya
kasih sayang yang ia limpahkan kepada kita dalam memjalani kehidupan di dunia
fana ini, sehingga adik tersentuh apa yang ku katakan kepadanya. Alhamdulillah
ibu sangat bersyukur dikarunia putri yang tidak hanya cantik tapi juga sangat cinta kepada allah swt. Kemari nak, ibu
sudah lama tidak merasakan pelukan kalian, ibu ingin memelukmu, kedua putrinya
menghampiri ibunya yang telah menanti pelukannya, mereka pun berpelukan dengan
hati yang tulus dan ikhlas. Nak, mari kita ke dapur untuk menyiapkan makan pagi
yang special buat ayahmu, cepat bu, kata Ummu dengan lantang dan penuh semangat,
mereka bertiga pun bergegas ke dapur dan berdiskusi mengenai masakan special
yang ingin diberikan kepada pak Akram, nah, Ummu punya ide ni bu, bagaimana
kalau kita masakkan ayah adalah sayur
tumis kemudian di campur dengan kacang, terasi dan Lombok, sedangkan lauknya
kita buatkn tempe kripik kemudian di buatkan sambal yang campuranya Lombok
tumis dan juga jeruk purung, uh.. pasti ayah ketagihan dan semangat makan, ide
yang bagus dek, kata dijah, bagaimana ide ini diterima atau tidak bu, masya
allah, isyah memang benar-benar pintar kalau urusan makan-makanan, ibu tidak
usah memuji begitu bu…, kak, kalau kakak idenya apa ???, kalau kakak, bagaimana
kalau kita buatkan bapak gorengan pisang serta pisang pepet sekalian kita
bagikan kepada tetangga?! Ummu, sangat setuju dengan usulan kakak, bu,
bagaimana bu usulan kakak diterimahkan bu ? masya allah kedua putri ibu sangat
cerdas dan juga memperhatikan kehidupan orang-orang yang stratanya yang rendah.
Mereka pun bergegas untuk menyiapkan
peralatan, perlengkapan serta bahan-bahan yang di butuhkan, serta membagi
tugasnya masing-masing, Wulan mengupas kulit pisang serta membentuk pisang
tersebut sesuai dengan yang direncanakannya, kemudian Ummu sedang memotong
–motong tempe serta sayur-sayuran yang dibutuhkanya, sedangkan ibunya menumbuk
kacang, Lombok kecil serta rempah-rempah yang dibutuhkan untuk menumis sayur
tersebut, sekitar 30 menit kemudian pekerjaannya masing-masing sudah selesai,
akhirnya mereka memasak serta menggoreng, suasana yang begitu sejuk membuat
mereka semangat, kebahagiaan, tawa, canda terhampar di ruangan ini. Akhirnya masakan
special untuk pak Akram telah selesai, tinggal
dinikmati oleh pak Akram, sekitar 15 menit kemudian, didepan teras terdengar
suara pak Akram yang sedang mengucapkan salam “ assalamu alaikum bu “ salam pak
Akram ia ulangi tiga kali, namun salamnya tak seorangpun yang menjawabnya, Pak
Akram pun melangkahkan kakinya masuk
kerumahnya, dan memandang kearah kanan dan kiri, tapi sangat sepi, tak ada
suara-suara keberadaan bahwa keluarganya berada di rumah, sehingga dia
menyimpulkan bahwa tak ada orang-orang dirumahnya, kemudian dia menuju ke ruang
makan, beberapa langkah lagi dia sudah sampai di ruang makan, istri dan juga
anak-anaknya telah menghidangkan sarapan di meja makan, mereka bertiga berdiri
di depan meja, langkahan kaki kanan pak Akram telah masuk di ruang makan,
teriakan sang istri dan anak-anaknya mengagetkannya, mereka bertiga pun
menyambut pak Akram dengan senyuman yang ceria, pak Akram pun menuju ke
istrinya dan kedua putrid-putrinya, yang sudah lama menunggu kedatangannya, ibu
azizah dan juga kedua putrinya Wulandari dan Ummu menyambut kedatangan pak
Akram dengan raut wajah yang berseri-seri, ibu azizah menyapanya dengan nada
suara yang begitu merdu, ayah ayah
ayah…, diapun meenyiapkan kursi untuk pak Akram, pendengaran serta
penglihatannya tak pernah terbayangkang difikirannya tentang sang istrinya,
karena selama ia berumah tangga ibu azizah tak perna semesra ini, entah kenapa sang istrinya
melakukan semua ini kepadanya. Ayah lagi memikirkan apa, kata ibu azizah, ayah
hanya terkejut dengan semua ini, kemari pak, kita makan bersama, dengan penuh
semangat, Ummu spontan mengulangi perkataan ibundannya, iya bu, nak, pak Akram
pun menuju kesana, ayah duduk disini, ibu sudah siapkan tempat untukmu,
Wulandari serta adiknya Ummu tersenyum lebar melihat kemesraan kedua orang
tuannya, cie-cie ibu dan ayah sudah lupa atas keberadaan kami berdua di tempat
ini sahut putrid-putrinya kepadanya, mereka berdua pun melotopi kedua putrinnya
dengan raut wajah yang penuh dengan kebahagiaan, kemari nak, sahut ayahnya,
pasti kalian ya membuat kejutan ini kepada ayah, bukan pak, tapi ini murni dari
pemikiran ibu, sahut kedua putrinya, pak arkan pun memandang wajah ibu azizah
sehingga membuat ibu azizah jadi malu dan menundukkan wajahnya, kemudian pak
Akram menghelai kepala ibu azizah dan berkata, ibu… terimah kasih atas
kesetiaanmu kepadaku serta cinta dan
kasih sayang tulusmu padaku, ibu azizah pun menaikkan wajahnya degan senyum
yang lebar ia tebarkan kepada sang suami, dan berkata kepada suaminya, ayah,
tidak usah berkata seperti itu, karena ini sudah menjadi kewajibanku sebagai
seorang istri, selain itu ibu juga sangat menyanyangi ayah, apalagi sekarang
kita tidak berdua menjalani kehidupan di dunia ini, tetapi kita telah di
karuniakan oleh allah swt
dua
orang putri yang cantik-cantik serta berbakti kepada kita yah, iya, perkataan
ibu benar, sekarang tugas kita memberikan curahan kasih sayang serta
nasehat-nasehat kepada putrid-putri kita, agar mereka mampu menjalani seluk
beluk di dunia fana ini, mereka berdua pun memandang kearah kedua anaknya
dengan senyuman yang tulus terhadapnya, kedua putrinya pun memandang kedua
orang tuanya dengan pandangan yang sama, kedua orang tuanya memanggilnya untuk
mendekat kepadanya, kedua anaknya pun meghampiri kedua orang tuanya, nak,
jadilah seorang hamba yang takut kepada allah serta menjadi anggota masyarakat
yang menghargai serta sopan santun terhadap anggota masyarakat desa ini,
janganlah memandang jabatan ayahmu di desa ini, tapi berpegang teguhlah kepada
ajaran allah yaitu al qur’an dan al hadist, karena hanya kedua inilah yang
menjadi pedoman kita dalam melakukan sesuatu di dunia ini, perkataan ayahnya
kepadanya. Suasana yang begitu menyejukkan hati mereka seakan-akan mereka berada di padang rumput yang luas dan
menghirup udara yang segar serta merasakan kesegaran angin yang tertiup dari
sebelah barat. Bu, nak, kemari, sahut
pak Akram kepada mereka, mereka bertiga pun mendekat kepada pak Akram, “pak
Akram berkata kepada mereka, bu nak, saya kangen dengan pelukan kalian” mereka pun
mendekat ke pak Akram dan merekapun berpelukan, kebahagiaan kita tak dapat di
beli dengan apapun, tetapi kebahagiaan kita akan selama-lamanya akan kekal
tidak hanya di dunia, tetapi juga di kehidupan akhirat, “ sahut pak Akram,
kepada mereka” Ummu pun melepaskan tangan kedua orang tuanya dan juga kakaknya,
eh ayah, ibu dan kakak, marilah kita makan, perut Ummu udah bunyi-bunyi ni…,
yah, kami menyiapkan makanan spe…cial
untukmu, khadijah pun membuka penutup makanan tersebut, Alhamdulillah,
makanan ini adalah makanan kesukaan ayah, waktu nenek kalian masih hidup, nenek
kalian sangat sayang sama ayah, jadi ketika kakek kalian mendapat rejeki, nenek
kalian membuatkan masakan ini, karena ketika pertama kali nenekmu membuat
masakan ini, ayah semangat sekali makan masakan ini, sahut pak Akram kepada
keluarganya. Istri pak Akram ibu azizah
mengambilkan piring untuk pak Akram,
kedua putrinya pun duduk di tempat yang mereka inginkan masing-masing, sebelum
kita makan ayah memimpin membaca do’a sebelum kita nikmati makanan yang dihadapan kita, supaya kita
semua tak lupa mensyukuri atas berkah yang diberikan kepada kita. Sesudah
mereka berdo’a, mereka makan bersama-sama. Kebahagiaan adalah sebuah anugrah
dari allah swt allah, kepada hamba yang menaati semua peraturannya dalam
menjalani kehidupan dunia ini, keluarga tak dapat di tukar dengan apapun,
karena keluarga merupakan anugrah yang terindah di dunia ini.

0 komen choii:
Posting Komentar