BINGKAI SENI DALAM DUNIA ALAY
Hari ini adalah hari yang terindah
dan terkesan untukku, karena hari ini saya ke bengo-bengo hutan pendidikan
maros untuk mengikuti kegiatan outbond, mengapa tidak? hidupku tak pernah
seperti hidup orang lain, yang mampu merasakan kenikmatan sejuknya kehidupan
alam ketika mereka memilki luang untuk merasakannya, sedangkan aku, tak pernah
merasakan apa yang dirasakan mereka karena keterbatasan perekonomian serta usia
kelanjutan orang tuaku. Dalam perjalananku mata indah ini tak pernah terpejam,
terus terbuka memandangi pemandangan yang menyejukkan hati dan fikiran,
bagaimana tidak? Ribuan pepohonan sambil melambaikan tangannya dan mengipaskan
kehembusannya ketubuhku serta bukit-bukit berdiri tegak seakan-akan dia adalah
pengawalku yang melindungiku dari ancaman.
Akhirnya sampai juga ditujuan, saya dan teman-teman
yang lainnya menuju ketempat yang telah ditentukan, seluruh tubuh kami lelah,
kamipun beristirahat sambil duduk disebuah kursi sambil memandangi pemandangan alam di hutan
pendidikan ini. Waktu terus berjalan hingga kegiatan itupun dimulai, yaa benar,
outbond kata benakku, canda, senyuman, tawa, teriakan, ketakutan yang kami
rasakan, permainannya begitu asyik dan mengikat kami dalam satu ikatan yakni
ikatan kesolidaritasan. Mengapa? Karena setiap permainanya kami dibagi
kelompok, dari sinilah kami menghadapi tantangan, oleh sebab itu, untuk
mendapatkan keberhasilan, kami harus bekerja sama dan tidak mementingkan diri
sendiri, permainanyang paling saya sukai adalah permainan bouldoser, permainan
yang membutuhkan tenaga yang begitu kuat,
fikiran serta kerjasama tim yang sangat kuat, karena dalam permainan ini, semua
anggota kelompok masing-masing menjadi pemimpin, karena jika hanya saling
mempercayakan dalam satu orang saja, maka, tujuan yang diinginkan tak dapat terwujud. Akhirnya
permainan inipun berakhir, kami dikumpulkan ditengah lapangan yang dikelilingi
oleh pepohonan-pepohonan serta ditemani oleh hembusan angin yang menyejukkan
tubuh yang lelah dan lemah ini tapi dengan wajah yang ceria dan bercahaya. Panitianya
berkata kepada kami “ sebentar malam setiap kelompok akan menampilkan
pertunjukkan pentas seni tepatnya jam 8 malam” mendengar itu semua teman-teman
kelompok terutama tim saya, kaget, tapi menyenangkan, wah akhirnmya saya dan teman-teman tim saya membicarakan
tentan tema yang akan kami akan tampilkan nanti malam, tapi karena kelelahan
dan sudah capet sehinngga tim saya tidak dapat memunculkan ide yang bagus,
akhirnya kamipun ketempat peristirahatan yang telah disediakan oleh panitia
pelaksana.
Malam telah datang menutupi langit dengan kekuatan kegelapannya, saya dan teman-teman lelah namun kelelahan itu berisi makna yang sangat besar bagi kami, kamipun beristirahat dirumah kayu yang sederhana namun memikat hati, shalat magrib pun telah datang menjemput kami, kamipun mendirikan shalat maghrib secara berjamaah, jiwa ini yang penuh dengan noda meminta kepadanya agar sang pemilik jagad raya selalu memberikan yang terbaik. Sesudahku shalat saya memikirkan ide yang seperti apa yaa nantinya yang nantinya kami tampilkan, tak terasa waktu shalat isyapun telah memanggil, yaa aku laksanakan terlebih dahulu kewajibanku, yaa seperti tadi saya dan teman-teman yang berada dirumah sederhana itu shlat isya berjamaah, hingga tiba waktunya untuk ke aula untuk melanjutkan kegiatan itu pentas seni.
Mata indah ini melirik memandangi
tuk mencari rekan-rekan kelompokku untuk membicarakan tentang ide pentas seni
kami. Kami berkumpul dengan berbentuk lingkarang dan setiap rekan-rekan
kelompokku menuangkan ide entang pentas seni, hingga terciptalah ide pentas
seni dari kelompok kami yang bertemakan tentang “BINGKAI SENI DALAM DUNIA
KOMEDI ” karena ide dari kelompok kami udah ada, kamipun geladi sesuai dengan
tugas-tugas yang telah ditentukan, waktunya pun telah tiba, panitia telah
megimbau para setiap kelompok agar duduk ditempat yang telah disediakan.
Akhirnya
setiap kelompokpun naik ke panggung untuk menampilkan ide pentas seni mereka,
akhirnya kelompok kami naik, dan kami tampil dengan penuh percaya diri,
senyuman yang manis dengan wajah yang ceria sedangkan aku bergaya alay seperti
cewek-cewek gaul yang bertingkah laku berlebihan dan menjadikan cirr khas
pentas seni kami sebaga chearsleaders,
tawapun meledak diruangan ini, karena semua teman-teman tidak menyangka kami
tampil dengan seperti ini, bahkan panitia saja tertarik dengan pertunjukan
pentas seni kami, saya dan teman-teman sangat bahagia karena usaha kami tidak
sia-sia, tapi saya tidak menyangka salah satu teman dari kelompok kami iri
dengan apa yang kami tampilkan, sehingga dia berambisi untuk mengalahkan
kelompok kami, akhirnya kelompoknya pun naik, tapi hasilnya dia tetap tak bisa
mengalahkan kami, tapi say tidak menertawakannya malah saya mengalah kepada di,
saya hanya berkata kepadanya setia orang itki keunikan sendiri akuu berbed dan
memili mempunyai keunikan dengan bergaya yang alay tapi engkau dapat menjadi
penyair yang dapat mengikat hati seorang Punjabi ketika engkau berpuisi, hingga
akhirnya saya dan dia baikan tanpa ada dendam yang terpendang serta kedengkian
di hati hingga akhirnya kumenjaling
hubungan dengannya dengan hubungan yang terikan dalam ikatan persahabatan.

0 komen choii:
Posting Komentar