Sabtu, 24 November 2012

Bingkai Seni dalam Dunia Alay


BINGKAI SENI DALAM DUNIA ALAY
            Hari ini adalah hari yang terindah dan terkesan untukku, karena hari ini saya ke bengo-bengo hutan pendidikan maros untuk mengikuti kegiatan outbond, mengapa tidak? hidupku tak pernah seperti hidup orang lain, yang mampu merasakan kenikmatan sejuknya kehidupan alam ketika mereka memilki luang untuk merasakannya, sedangkan aku, tak pernah merasakan apa yang dirasakan mereka karena keterbatasan perekonomian serta usia kelanjutan orang tuaku. Dalam perjalananku mata indah ini tak pernah terpejam, terus terbuka memandangi pemandangan yang menyejukkan hati dan fikiran, bagaimana tidak? Ribuan pepohonan sambil melambaikan tangannya dan mengipaskan kehembusannya ketubuhku serta bukit-bukit berdiri tegak seakan-akan dia adalah pengawalku yang melindungiku dari ancaman.
            Akhirnya  sampai juga ditujuan, saya dan teman-teman yang lainnya menuju ketempat yang telah ditentukan, seluruh tubuh kami lelah, kamipun beristirahat sambil duduk disebuah kursi  sambil memandangi pemandangan alam di hutan pendidikan ini. Waktu terus berjalan hingga kegiatan itupun dimulai, yaa benar, outbond kata benakku, canda, senyuman, tawa, teriakan, ketakutan yang kami rasakan, permainannya begitu asyik dan mengikat kami dalam satu ikatan yakni ikatan kesolidaritasan. Mengapa? Karena setiap permainanya kami dibagi kelompok, dari sinilah kami menghadapi tantangan, oleh sebab itu, untuk mendapatkan keberhasilan, kami harus bekerja sama dan tidak mementingkan diri sendiri, permainanyang paling saya sukai adalah permainan bouldoser, permainan yang membutuhkan  tenaga yang begitu kuat, fikiran serta kerjasama tim yang sangat kuat, karena dalam permainan ini, semua anggota kelompok masing-masing menjadi pemimpin, karena jika hanya saling mempercayakan dalam satu orang saja, maka, tujuan yang  diinginkan tak dapat terwujud. Akhirnya permainan inipun berakhir, kami dikumpulkan ditengah lapangan yang dikelilingi oleh pepohonan-pepohonan serta ditemani oleh hembusan angin yang menyejukkan tubuh yang lelah dan lemah ini tapi dengan wajah yang ceria dan bercahaya. Panitianya berkata kepada kami “ sebentar malam setiap kelompok akan menampilkan pertunjukkan pentas seni tepatnya jam 8 malam” mendengar itu semua teman-teman kelompok terutama tim saya, kaget, tapi menyenangkan, wah akhirnmya  saya dan teman-teman tim saya membicarakan tentan tema yang akan kami akan tampilkan nanti malam, tapi karena kelelahan dan sudah capet sehinngga tim saya tidak dapat memunculkan ide yang bagus, akhirnya kamipun ketempat peristirahatan yang telah disediakan oleh panitia pelaksana.
           
Malam telah datang menutupi langit dengan kekuatan kegelapannya, saya dan teman-teman lelah namun kelelahan itu berisi makna yang sangat besar bagi kami, kamipun beristirahat dirumah kayu yang sederhana namun memikat hati, shalat magrib  pun telah datang menjemput kami, kamipun mendirikan shalat maghrib secara berjamaah, jiwa ini yang penuh dengan noda meminta kepadanya agar sang pemilik jagad raya selalu memberikan yang terbaik. Sesudahku shalat saya memikirkan ide yang seperti apa yaa nantinya yang nantinya kami tampilkan, tak terasa waktu shalat isyapun telah memanggil, yaa aku laksanakan terlebih dahulu kewajibanku, yaa seperti tadi saya dan teman-teman yang berada dirumah sederhana itu shlat isya berjamaah, hingga tiba waktunya untuk ke aula untuk melanjutkan kegiatan itu  pentas seni.
            Mata indah ini melirik memandangi tuk mencari rekan-rekan kelompokku untuk membicarakan tentang ide pentas seni kami. Kami berkumpul dengan berbentuk lingkarang dan setiap rekan-rekan kelompokku menuangkan ide entang pentas seni, hingga terciptalah ide pentas seni dari kelompok kami yang bertemakan tentang “BINGKAI SENI DALAM DUNIA KOMEDI ” karena ide dari kelompok kami udah ada, kamipun geladi sesuai dengan tugas-tugas yang telah ditentukan, waktunya pun telah tiba, panitia telah megimbau para setiap kelompok agar duduk ditempat yang  telah disediakan.
            Akhirnya setiap kelompokpun naik ke panggung untuk menampilkan ide pentas seni mereka, akhirnya kelompok kami naik, dan kami tampil dengan penuh percaya diri, senyuman yang manis dengan wajah yang ceria sedangkan aku bergaya alay seperti cewek-cewek gaul yang bertingkah laku berlebihan dan menjadikan cirr khas pentas  seni kami sebaga chearsleaders, tawapun meledak diruangan ini, karena semua teman-teman tidak menyangka kami tampil dengan seperti ini, bahkan panitia saja tertarik dengan pertunjukan pentas seni kami, saya dan teman-teman sangat bahagia karena usaha kami tidak sia-sia, tapi saya tidak menyangka salah satu teman dari kelompok kami iri dengan apa yang kami tampilkan, sehingga dia berambisi untuk mengalahkan kelompok kami, akhirnya kelompoknya pun naik, tapi hasilnya dia tetap tak bisa mengalahkan kami, tapi say tidak menertawakannya malah saya mengalah kepada di, saya hanya berkata kepadanya setia orang itki keunikan sendiri akuu berbed dan memili mempunyai keunikan dengan bergaya yang alay tapi engkau dapat menjadi penyair yang dapat mengikat hati seorang Punjabi ketika engkau berpuisi, hingga akhirnya saya dan dia baikan tanpa ada dendam yang terpendang serta kedengkian di hati  hingga akhirnya kumenjaling hubungan dengannya dengan hubungan yang terikan dalam ikatan persahabatan.











0 komen choii:

Posting Komentar